Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / KPK tetapkan Panitera Pengganti PN Jakpus jadi Tersangka, Berikut ini Kronologi Penangkapannya

KPK tetapkan Panitera Pengganti PN Jakpus jadi Tersangka, Berikut ini Kronologi Penangkapannya

KPK889

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Muhammad Santoso (SAN) sebagai tersangka penerima suap. Uang haram tersebut berkaitan dengan pengaturan putusan perkara perdata antara PT Kapuas Tunggal Persada (PT KTP) dan PT Mitra Maju Sukses (PT MMS).

Santoso ditangkap KPK pada Kamis (30/6), sekitar pukul 18.30 WIB. Disamping itu, KPK juga menangkap seorang staf Legal & Consultant sebuah kantor advokat, Ahmad Yani (AY). Selain itu, KPK juga tengah memburu seorang advokat yang memberikan uang suap itu atas nama Raoul Adhitya Wiranatakusumah (RAW) yang masih dikejar penyidik KPK.

“RAW sedang dicari, belum ditemukan,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (1/7).

Seperti apa kronologi penangkapan yang dilakukan KPK terkait kasus, berikut ini lengkapnya :

Kamis, 30 Juni 2016

– Pukul 18.00 WIB
Tim KPK melakukan pemantauan pada sebuah tempat di Jakarta Pusat lantaran ada informasi tentang adanya serah terima uang.

– Pukul 18.20 WIB
KPK menangkap Muhammad Santoso yang tengah membonceng ojek yang dikendarai B di Matraman, Jakarta Pusat. Dari tangan Santoso, KPK menemukan uang pecahan 1.000 dollar Singapura (SGD) sejumlah 28 lembar. Uang tersebut dibagi ke dalam 2 amplop yang masing masing berisi SGD 25 ribu dan SGD 3 ribu.

kemudian
Tim KPK mengamankan pula seorang pengacara yaitu Ahmad Yani di sebuah kantor advokat di Menteng, Jakarta Pusat.

Ketiganya pun kemudian dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Kurang dari 24 jam, KPK menetapkan 3 orang tersangka yaitu Santoso, Ahmad Yani, dan Raoul Adhitya Wiranatakusumah (masih dikejar KPK). Sedangkan pengemudi ojek berinisial B akan dilepas KPK.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...