Home / Berita / Nasional / KPK Ungkapkan Kalau Duit Suap yang Diterima Dewie Limpo Adalah Pemberian Pertama

KPK Ungkapkan Kalau Duit Suap yang Diterima Dewie Limpo Adalah Pemberian Pertama

dewie yasin limpo66

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota DPR Komisi VII dari fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo yang diduga menerima suap terkait pembahasan anggaran APBN 2016 untuk proyek pembangkit listrik tenaga micro hydro di Papua. KPK mengendus duit SGD 177.700 atau setara Rp 1,7 miliar yang diterima merupakan pemberian pertama.

“Ini pemberian pertama sebesar 50 persen, mau dibayar selanjutnya,” ujar Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Ditambahkan oleh Johan, sebenarnya ada komitmen antara pemberi dan penerima suap untuk pemberian duit di kesempatan berikutnya. Duit sebesar SGD 177.700 yang diterima merupakan setengah dari pemberian pertama, jadi untuk pemberian pertama seharusnya sekitar SGD 355.400.

“Itu sebesar 50 persen. Dari info awal, pemberian ini yang pertama. Rencananya akan ada pemberian lain,” imbuh Johan.

Tentang nilai proyek yang disebut terkait penyuapan itu, Johan tak merinci secara detail. Tapi Johan hanya menuturkan bahwa nilai proyek itu sebesar ratusan miliar.

Proyek yang dimaksud yaitu proyek pembangkit listrik tenaga micro hydro di Kabupaten Deiyai, Papua. Untuk proyek itu, anggarannya masuk di pos Kementerian ESDM.

“Iya di Kementerian ESDM, untuk dapat anggaran dari pos itu untuk Kabupaten Deiyai. Ini fee untuk bahas anggaran di kementerian,” terang Johan.

KPK sendiri memastikan kalau 5 orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu. Kelima tersangka adalah DYL, RB, BWH selaku penerima serta dua orang lainnya yakni SET, IRselaku pemberi. Sedangkan 2 orang yang dilepas adalah DEV selaku ajudan SET, dan seorang driver mobil rental.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...