Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Krisis Yunani, Bagaimana Dampaknya Di Indonesia ?

Krisis Yunani, Bagaimana Dampaknya Di Indonesia ?

Suara rakyat Yunani telah bulat menolak utang baru dari hasil referendum yang dilaksanakan pada hari Minggu (6/7/2015) lalu bagaimana dampaknya terhadap Indonesia

Krisis Yunani tidak akan berdampak signifikan terhadap Indonesia. Tidak ada hubungan langsung antara Yunani dengan Indonesia demikian analis Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe kepada Detik.com. Terlebih, penyebab bangkrutnya Yunani adalah terkait obligasi jatuh tempo yang tidak sanggup dibayar. Obligasi milik Yunani tak berarti apa pun. Rating dari obligasi tersebut tak lebih dari ‘sampah’.

“Efeknya paling cuma sehari. Surat utang Yunani kan bukan rating triple A, surat utang dia kan sudah dianggap sampah, jadi ya nggak akan ngaruh,” katanya. “Dampak hanya ke IHSG, ke rupiah nggak karena kan rupiah hubungannya sama dolar bukan euro,” tambahan Kiswoyo.

Dapak ke perbankan Indonesia dinilai minim mengingat Industri perbankan Indonesia ditopang permodalan yang kuat serta ratio kredit bermasalah yang terjaga. Rasio permodalan perbankan berupa Capital Adequacy Ratio (CAR) di Indonesia saat ini termasuk yang tertinggi diantara negara-negara lainnya atau berada di posisi 20,79 % per April 2015. Demikian penjelasan Plt. Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan.

Demikian juga dengan rasio kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) masih terjaga dengan baik dalam industri perbankan ini, berada dibawah 5 % atau di posisi 2,48 % per April 2015. Hal tersebut menunjukan masih kuatnya perbankan menghadapi dampak krisis Yunani ujar Fauzi.

Fauzi menambahkan, Krisis Yunani akan berdampak negatif terhadap Indonesia melihat kemungkinan terjadinya sentimen terhadap negara emerging marjet lainnya yang mempunyai defisit transaksi berjalan yang besar. Sehingga ada potensi pengetatan likuiditas perbankan. Pasalnya akan terjadi penarikan dana oleh investor global dari pasar financialIndonesia ke negara dengan bunga rendah, tapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan dampak langsung krisis Yunani terhadap perbankan Indonesia sangat kecil melihat minimnya eksposure industri ini ke negara tersebut.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...