Home / Berita / Dunia / Kritik Pemerintah Dengan 9 Tweet, Pria Ini Terancam Bui 43 Tahun

Kritik Pemerintah Dengan 9 Tweet, Pria Ini Terancam Bui 43 Tahun

,Zulkiflee Anwar Ulhaque

 

Seorang pria Malaysia terancam hukuman 43 tahun di dalam penjara atau bui sebabnya sembilan tweet dan gambar yang mengkritik Perdana Menteri (PM) Najib Razak. Walau demikian, pria bernama Zulkiflee Anwar Ulhaque itu tidak akan berhenti menggambar kartun untuk mengkritik pemerintah.

Pria yang disapa Zunar itu menghadapi sembilan tuduhan menentang pemerintah yang dilarang oleh UU yang dibuat pada tahun 1948. Ia didakwa di bawah UU hasutan karena sembilan tweet dan gambar yang mengkritik PM Najib.

Berbicara dengan news.com.au sebulan sebelum dirinya muncul di pengadilan, Zunar mengungkapkan bahwa dia tidak akan berhenti dengan aksinya dan tidak peduli apa pun akibatnya.

”Semuanya yang dilakukan (pemerintah) adalah untuk satu motif, bagi saya agar berhenti menggambar,” ujarnya.

Ditambahkan pula, tapi saya masih menggambar. Saya akan menggambar lebih banyak. Jika Anda melihat saya sekarang, saya menggambar banyak karakter sejak penahanan saya.

Misalnya saja, kepala polisi yang menangkapnya sekarang muncul di kartun buatannya. Meski demikian, dia tetap saja khawatir dengan aksinya.

”Saya takut, saya manusia. Tapi bagi saya, (gambar) bukan hadiah, tapi tanggung jawab. Ini adalah tanggung jawab saya sebagai seorang kartunis, sebagai warga Malaysia dan sebagai manusia, untuk berdiri dengan rezim yang korup,” jelasnya.

Zunar sendiri ditangkap pada 10 Februari lalu dan buku kartunnya dilarang dengan alasan berisi materi yang “merugikan ketertiban umum”. Kantornya digerebek dan printer, vendor serta toko buku yang memasok kartun untuk publik diganggu.

Menurut Amnesty International, ternyata bukan hanya Zunar yang telah ditargetkan. Tiga asisten Zunar juga ditangkap pada bulan Oktober tahun lalu karena menjual buku-bukunya.

 

 

Baca Juga

Rupiah Melemah Lagi, Sri Mulyani: Ini Temporer

Jakarta – Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data ...