Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Kronologi Kasus Tolikara, Polisi Bertindak Saat Massa Mulai Beringas di Rakaat ketujuh

Kronologi Kasus Tolikara, Polisi Bertindak Saat Massa Mulai Beringas di Rakaat ketujuh

Puing-puing masjid dan kios yang dibakar massa dalam kasus kerusuhan di Kabupaten Tolikara
Puing-puing masjid dan kios yang dibakar massa dalam kasus kerusuhan di Kabupaten Tolikara

Jakarta –  kasus pembakaran masjid dan rumah penduduk di Kabupaten Tolikara mulai terkuak.  Hari ini, bersama Kepala BIN Sutiyoso,  Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menjelaskan kronologi insiden pembakaran  yang terjadi di saat  masyarakat muslim sedang shalat ied di hari raya idul fitri 17 Juli itu. Penjelasan itu disampaikan dalam pertemuan di rumah Dinas  Kepala BIN, Sutiyoso.

Kapolri menjelaskan bahwa pada 13 Juli 2015, saat keluar surat dari GIDI untuk pelaksanaan seminar pemuda GIDI, Kapolres Tolikara yang baru telah menerima surat tersebut. Kapolres langsung berkordinasi dengan Presiden GIDI.

“Presiden GIDI mengatakan bahwa surat tersebut tidak resmi karena tidak disetujui Presiden GIDI,” ujar Kapolri di Rumah Dinas Kepala BIN, Jakarta, Kamis (22/7/2015).

Kemudian Kapolres Tolikara melakukan koordinasi dengan Bupati Tolikara yang saat itu sedang di Jakarta untuk mengizinkan salat ied sampai pukul 08.00 WIT. Jawaban dari Bupati akan mengkoordinasikan masalah tersebut dengan panitia di wilayah Tolikara.

“Kapolres Tolikara langsung berbicara dengan tokoh Islam disana untuk mengadakan salat ied sampai pukul 08.00 WIT dan Polri juga TNI akan melakukan penjagaan,” katanya.

Pada takbir ketujuh, datang massa mengerubung musala tersebut. Polisi yang berada di sana melakukan negosiasi kepada pemuda disana agar diizinkan hingga selesai salat. Namun  gagal, sebab massa semakin bertambah dan mulai melempar batu ke arah orang yang sedang shalat.

Kuatir kasusnya bertambah parah, polisi mengeluarkan tembakan peringatan agar massa bisa bubar,” ujar Kapolri Namun suasana bertambah keruh karena pemuda tersebut mulai melawan petugas. Akhirnya polisi melakukan tembak ke bawah.

“Tindakan polisi itu sudah sesuai dengan ketentuan. Polisi melakukan itu sebagai bukti bahwa Negara hadir untuk melindungi kebebasan beragama,” katanya.

Masa yang berhamburan ke sana sini mulai membakar beberapa kios yang berada di sana. Kios- kios tersebut terbuat dari papan yang beratapkan seng sehingga mudah terbakar dan tidak ada pemadaman yang dilakukan oleh pemadam kebakaran karena tidak ada sumber air terdekat. Api menjalar hingga membakar banyak rumah, kios dan masjid tempat masyarakat muslim sedng shalat.

Pada 18 Juli malam, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti telah meninjau langsung ke Tolikara dan meyakinkan dua hal. Pertama, ditemukan adanya pelanggaran hukum oleh kelompok massa, dan kedua melakukan investigas untuk mencari actor di balik kerusuhan itu.

“Sudah ada 50 orang yang sudah kami periksa sebagai saksi. Belum bisa kami tetapkan menjadi tersangka, tapi akan kami sampaikan secepatnya,” kata Badrodin Haiti. Pemeriksaan para saksi dipusatkan di Markas Polda Papua.**Tri

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...

2 comments

  1. Zaenal Thengereadik Bcl

    Cihuuy..!! no-1 nich komen ku hehe…. Met Sore Video Aneh

  2. Zaenal Thengereadik Bcl

    Cihuuy..!! no-1 nich komen ku hehe…. Met Sore Video Aneh