Home / Berita / Regional / Kronologi Letupan Gunung Merapi Hari Ini

Kronologi Letupan Gunung Merapi Hari Ini

Gunung MerapiGunung Merapi yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sempat kembali menampakkan gejala erupsi, Kamis (27/3/2014) sekitar 13.12 WIB. Kejadian kembali menggerkan warga sekitar Gunung Merapi. Gunung Merapi nampak menunjukkan keaktifannya lagi, semburan asap kembali dikeluarkan oleh Gunung Merapi, hujan abu pun kembali datang di Sleman dan juga Klaten.

Hujan kerikil dan pasir itu, membuat warga desa Balerante maupun Sidorejo Klaten mengungsi dari rumah mereka.

Salah satunya, Juwanto (28), warga desa Balerante yang mengungsi menggunakan sepeda motor. Dia mengatakan, langsung pergi mengungsi setelah hujan kerikil turun di rumahnya.

“Di atas ada hujan kerikil, saya langsung turun bersama keluarga,” tuturnya, yang baru sampai di Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.

Petugas Pos Pengawas Gunung Merapi Ahmad Sopari di Selo, Boyolali mengatakan, aktivitas di puncak Merapi kali ini hanya bisa dipantau melalui alat seismograf. Kabut yang terjadi di puncak menyulitkan pemantauan.

“Secara visual hembusan yang terjadi di Gunung Merapi tidak bisa dilihat karena tertutup kabut. Saya hanya bisa melihat adanya embusan dari rekaman seismik dan suara,” kata Sopari.

Ia melanjutkan, “Adanya kabut tersebut menyebabkan petugas pos pengawas tidak bisa memantau arah luncuran hembusan.”

Ini kronologinya menurut BPPTKG :

Pukul 01.16 terekam gempa tektonik

Pukul 03.52 kembali terekam gempa tektonik

Pukul 13.12 – 13.16 WIB, terekam hembusan durasi 4 menit (museum g merapi mencatat adanya getaran kaca)

Pukul 13.32 WIB, terjadi hujan abu,pasir, kerikil di glagaharjo (srumen, gading) Kendalsari, argomulyo, deles, kepuharjo (mangggong) ngemplakseneng, balerante.

Pada waktu yang hampir bersamaan, suara gemuruh kaca bergetar terdengar dan terasa di daerah pakem, aromuly, glagaharjo, besi, museum G Merapi, tlogo, lele dan tegalrandu.

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...