Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Kronologi Tewasnya Pendaki Tertimpa Batu di Semeru, Ceritanya Bikin Merinding

Kronologi Tewasnya Pendaki Tertimpa Batu di Semeru, Ceritanya Bikin Merinding

Kronologis Tewasnya Pendaki Tertimpa Batu di Semeru, Ceritanya Bikin Merinding

Tewasnya seorang pendaki yang tertimpa batu ketika ingin menggapi puncak Gunung Semeru, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Korban meninggal dunia adalah Dania Agustina Rahman (19), warga Jalan Arif Rahman Hakim Perbata No.4 RT 04 RW 04 Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Sukabumi Jawa Barat.

Kronologi insiden ini diceritakan oleh Yoga Aditia (18) yang tak lain adik dari salah satu pendaki yang juga menjadi korban di Semeru, M Rendyka (20).  Rendyka mengalami patah tulang pada kaki kanannya, setelah dihantam batu besar. Tentu saja nasib kedua pemuda warga Deli Serdang ini jauh lebih beruntung, dibanding Dania.

Yoga dan Rendyka tiba di Malang pada Senin 10 Agustus lalu. Mereka bertemu dengan 17 pendaki lainnya di Stasiun Kota Baru Malang dan bergabung menjadi rombongan besar. Mereka memilih naik langsung ke Gunung Semeru dan mendirikan tenda di Pos Kalimati. Pada Rabu dini hari mereka meneruskan perjalanan menuju puncak.

Menurut Yoga perjalanan menuju puncak Semeru saat itu sudah penuh sesak dipadati oleh para pendaki dengan tujuan yang sama. Peristiwa nahas itu sendiri terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 05.45. Saat puncak Semeru sudah di ambang mata, insiden itu terjadi. Diduga ada pendaki yang salah menginjak dan menyebabkan bongkahan batu besar jatuh ke bawah.

Batu menggelinding dengan cepat dan sekumpulan para pendaki memilih menghindar dengan mengambil posisi ke sebelah kanan. Yoga bisa menghindar, tapi batu itu menghantam kaki Rendyka. Lantas dimana posisi Dania? Rupanya Dania yang saat itu hanya berjarak sekitar 3 meter dari Yoga & Rendyka, sedang  dalam posisi duduk beristirahat.

Sudah bisa diprediksi, Dania pun tak siap menghindari batu itu dan meninggal seketika setelah dihantam batu tepat dibagian kepalanya. “Korban saat itu sepertinya sudah dalam posisi tak kuat menuju puncak, tapi terus disemangati oleh kawannya agar melanjutkan perjalanan. Dia dalam posisi tak siap saat batu itu jatuh dari atas” ungkap Yoga, seperti yang dilansir Liputan6.

Usai peristiwa itu, para pendaki memilih menghentikan perjalanan menuju puncak. Mereka bersepakat untuk turun dan membawa jenazah Dania turun ke bawah menuju Pos Ranupani. “Kami membuat tandu dengan peralatan seadanya untuk membawa jenazah korban turun ke bawah” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...