Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Laba Bank CIMB Niaga Anjlog Drastis dan NPL Meningkat Tajam Pada Semester I/2015

Laba Bank CIMB Niaga Anjlog Drastis dan NPL Meningkat Tajam Pada Semester I/2015

Aktual Post- Laba Bank CIMB Niaga (bank only) pada semester I/2015 hanya sebesar Rp 150,63 miliar saja, mengalami penurunan drastis sebesar Rp 1.799,40 miliar atau 92,20 % jika dibandingkan laba pada semester I/2014 yang mencapai Rp 1.950,06 miliar. Penurunan laba tersebut disebabkan bank CIMB Niaga harus mengeluarkan biaya Kerugian Penurunan Nilai atas Asset Keuangan atau impairment untuk kredit yang diberikan. Semula biaya yang disediakan sebesar Rp 485,54 miliar pada semester I/2014, meningkat tajam sebesar Rp 2.174,30 miliar atau 447,80 % menjadi Rp 2.669,88 miliar pada semester I/2015.

Peningkatan impairment tersebut sejalan dengan menurunnya tingkat kualitas asset terutama kredit yang diberikan, terlihat dari meningkatnya rasio NPL (Non Performing Loan) gross dimana pada semester I/2015 sudah mencapai 4,38 %, sedangkan pada semester I/2014 hanya sebesar 3,05 %. Demikian juga dengan NPL net Semula pada semester I/2014 hanya sebesar 1,67 % naik tipis menjadi 1,66 % pada semester I/2015. Kredit bermasalah didominasi oleh kredit non UMKM dalam valuta asing yang nilainya sebesar Rp 3,95 triliun lebih sedangkan kredit bermasalah dalam valuta rupih mencapai Rp 1,68 triliun, selain itu terdapat kredit yang direstrukturisasi dalam valuta asing sebesar Rp 3,05 triliun.

Kredit yang diberikan termasuk pembiayaan syariah sampai dengan semester I/2015 mencapai Rp 175,20 triliun, mengalami pertumbuhan sebesar Rp 10,50 triliun atau 6,30 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 164,66 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun sampai dengan semester I/2015 sebesar Rp 186,00 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 20,10 triliun atau 12,10 % jika dibanding semester I/2014 sebesar Rp 165,83 triliun. Dana yang dihimpun masih didominasi oleh dana mahal berupa simpanan berjangka yang pada semester I/2015 mencapai Rp 93,50 triliun atau 50,20 % dari seluruh total dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan.

NIM (Net Interest Margin) mengalami penurunan tipis semula 5,24 % pada semester I/2014, menjadi 5,08 % pada semester I/2015.

Demikian halnya dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) mengalami penurunan tipis menjadi 15,87 % pada semester I/2015, sedangkan pada semester I/2014 sebesar 16,08 %.

Rentabilitas Bank CIMB Niaga mengalami penurunan drastis sejalan dengan penurunan laba, terlihat dari ratio ROA (Return on Asset) dan ROE (Reteurn on Equity). ROE semula pada semester I/2014 mencapai 15,24 %, namun pada semester I/2015 turun menjadi hanya 1,28 %. ROA semula pada semester I/2014 sebesar 2,41 % turun menjadi 0,19 % pada semester I/2015.

Tingkat efisiensi mengalami penurunan terlihat dari rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) yang mengalami peningkatan semula ada semester I/2014 hanya sebesar 77,29 % menjadi 97,79 % pada semester I/2015.

LDR (Loan to Deposit Ratio) mengalami penurunan tipis menjadi 92,76 % pada semester I/2015, namun pada semester I/2014 mencapai 93,83 %.

Jumlah Total Asset Bank yang sahamnya dimiliki oleh salah satu perusahaan negeri jiran Malaysia, pada semester I/2015 mencapai Rp 239,59 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 14,70 triliun atau 6,5 %, jika dibandingkan posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 224,84 triliun.

Bank CIMB Niaga masuk dalam katagori BUKU III dan Ironisnya berdasarkan penilaian rangking majalah Infobank untuk kinerja tahun 2014 masih mendapatkan predikat Sangat Bagus.

Tim Bedah Bank Aktual Post akan terus memantau kinerja keuangan Bank CIMB Niaga untuk masa 6 bulan kedepan apakah ada perbaikan terhadap perolehan laba dan perbaikan kredit bermasalah.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...