Home / Berita / Lagi, Dua Capim KPK Tersangkut Masalah Pajak Mobil Mewah dan Motor Gede

Lagi, Dua Capim KPK Tersangkut Masalah Pajak Mobil Mewah dan Motor Gede

ICW

Rekam jejak 19 capim KPK yang akan mengikuti seleksi tahap akhir terus didalami berbagai pihak. Setelah PPATK yang mengungkap ada dua capim KPK yang memiliki rekening gendut mencurigakan, sekarang menyusul temuan ICM yang mengatakan  ada dua calon pimpinan KPK itu yang memiliki masalah dengan pajak kendaraan pribadi.

Temuan terkait masalah itu telah disampaikan kepada Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel) KPK. “Masalah pajak kendaraan pribadi itu terjadi per tahun 2014,” kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Hendri Diansyah seusai menemui Pansel KPK di Gedung Setneg, Jakarta, Jumat (21/8/2015) malam.

Febri mengungkapkan, kendaraan pribadi yang dimiliki kedua calon pimpinan KPK itu berjenis masing-masing mobil mewah dan motor besar (motor gede/moge). Namun, Febri tidak bersedia menyebutkan detail mengenai temuannya tersebut.

“Kami sampaikan rinci kepada Pansel KPK, tetapi tidak bisa kami sampaikan kepada publik,” ujarnya.

Masalah dua calon pimpinan KPK itu masuk dalam temuan 10 calon pimpinan KPK yang dianggap bermasalah oleh ICW. Semua data penguat temuan itu telah disampaikan ICW kepada Pansel KPK.

Diharapkan, Pansel KPK tidak memilih 10 calon tersebut sebagai calon pimpinan KPK yang akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Febri menjelaskan, ICW telah melakukan pelacakan rekam jejak terhadap 19 calon pimpinan KPK sejak Pansel KPK mengumumkan nama-nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi tahap ketiga. Pelacakan dilakukan mulai 12-21 Agustus 2015.

Pelacakan rekam jejak itu difokuskan pada integritas, kualitas, dan administrasi calon bersangkutan. Hasilnya, 10 calon pimpinan KPK dinilai memiliki catatan negatif dengan kategori sedang dan berat.

“Ada calon yang dari kalangan profesional, ada yang dari institusi, pejabat negara,” ujarnya.

Adapun jenis temuan negatif dari 10 calon pimpinan KPK itu adalah pernah mendorong bawahan menyalahgunakan wewenang disertai imbalan, memiliki bisnis bermasalah dengan HAM, pajak dan lingkungan, diduga memiliki ketertarikan politik, penyelewengan pengusutan kasus pidana, ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi bermasalah, dan memiliki masalah pajak kendaraan pribadi.

Selain itu, ada juga calon pimpinan KPK yang menurut ICW pernah memberikan hukuman ringan kepada terdakwa kasus korupsi, berkinerja buruk dalam pengusutan kasus korupsi, dan diragukan keberaniannya memberantas korupsi. Kedatangan ICW diterima oleh lima Ketua Pansel KPK Destry Damayanti beserta empat anggotanya.

Pansel berjanji akan melakukan penelitian terkait masalah itu. Jika terbukti, maka kasus ini menjadi pertimbangan dalam memilih 10 kandidat yang akan diajukan ke DPR RI. – trib/indra

 

Baca Juga

Rute Alternatif TransJ Atasi Macet Hasil Perintah Sandiaga

Jakarta – Instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno kepada jajaran PT TransJakarta (TransJ) ...