Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Lelaki ini Mendapat Simpati Dunia karena Anti Mengemis dan Memilih Jualan Pulpen untuk Biayai Keluarganya

Lelaki ini Mendapat Simpati Dunia karena Anti Mengemis dan Memilih Jualan Pulpen untuk Biayai Keluarganya

jual pulpen

Sebuah foto yang memuat seorang pria yang sedang menjual pulpensambil menggendong putrinya, mencuri perhatian netizen di penjuru dunia, yang kemudian tergerak untuk menggalang dana hingga Rp 1,4 miliar untuk pria tersebut. Ia adalah Abdul Halim Attar, seorang pria Palestina asal Suriah yang mengungsi ke Lebanon, membawa seorang putra berumur 9 tahun dan putri berumur 4 tahun.

Pria itulah yang terlihat pada foto sedang menyodorkan sejumlah pulpen bertutup warna biru sambil menggendong Reem, putrinya.

Dikatakan CBC News, ketika ia sedang berjualan demi memberi makan anaknya pada Selasa (25/8/2015) lalu, seorang bernama Gissur Simonarson memotretnya dan mengunggah hasil fotonya ke Twitter. Foto tersebut kemudian menjadi sangat viral di dunia maya, terbukti dari puluhan ribu netizen yang membagikannya di seantero internet.

Melihat viralnya foto itu dan banyaknya permintaan dari pengguna lain untuk menolong pria yang ada di foto itu, Gissur kemudian tergerak untuk menolongnya. Atas bantuan aktivis setempat, netizen, hingga stasiun televisi yang sempat mewawancarainya, Gissur berhasil menemukan kembali keberadaan Abdul dan anaknya, serta mulai menggalang dana melalui akun dan tagar #BuyPens (Beli Pulp).

Yang dikatakan mengejutkan, kampanye penggalangan dana yang baru dibentuk Kamis (27/8/2015) lalu dan ditargetkan dapat mengumpulkan hingga Rp 70 juta itu malah dapat mengantongi donasi hingga Rp 1,4 miliar, dalam waktu 24 jam saja.

Abdul dan kedua anaknya juga mendapat kunjungan dari aktivis setempat dan undangan dari media untuk mewawancarainya. Ia pun membagikan kisah dan harapannya kepada mereka.

Abdul

“Saya terkejut ketika tahu semua orang di dunia mengetahui kisah saya dan peduli terhadap anak-anak saya. Saya tak bisa menahan air mata saya. Saya terus berkata, ‘Terimakasih, Tuhan’, dan memeluk anak-anak saya,” katanya, saat diwawancarai oleh BuzzFeed, Jumat (28/8/2015). Ia mengaku terpaksa melakukan itu karena tidak punya pekerjaan semenjak mengungsi. Sementara ia tidak suka mengemis, sebab ia percaya, agamanya melarang umatnya mengemis.

Abdul mengaku prioritas utamanya hanyalah memberikan pendidikan yang terbaik untuk kedua anaknya. Ia berharap bisa membawa keduanya ke Eropa, sebab menurutnya kesempatan pendidikan di sana lebih baik. — Huffington Post

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...