Home / Berita / Dunia / Malaysia Naikan Biaya Visa Kerja TKI & Visa Studi Pelajar Indonesia

Malaysia Naikan Biaya Visa Kerja TKI & Visa Studi Pelajar Indonesia

Malaysia Naikan Biaya Visa Kerja TKI & Visa Studi Pelajar Indonesia

Secara sepihak pemerintah Malaysia menaikan biaya visa TKI dan visa belajar bagi pelajar Indonesia.

Situasi ini tentu saja membuat Aliansi Tenaga Kerja Indonesia Menggugat (ATKIM), memprotes kebijakan Pemerintah Malaysia tersebut. Dalam beberapa info yang berhasil diterima, kenaikan biaya visa kerja ke negara Jiran itu dari RM 15 atau Rp55 ribu menjadi RM 220 atau Rp827 ribu plus pajak.

Kalau terjadi kenaikan biaya visa kerja seharusnya ada pembicaraan antar-Pemerintah Malaysia dan Indonesia terlebih dahulu, tidak bisa sepihak” ungkap Koordinator ATKIM, Jamaluddin Suryahadikusumah (Rabu, 13/5/2015).

ATKIM terdiri atas calon TKI, TKI, dan keluarga TKI, Gabungan Eks TKI, Gabungan Relawan Jokowi-JK Peduli TKI & Regulasi, Formigran, Yayasan Memajukan TKI (YMTKI), Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Peduli TKI, Perhimpunan Rakyat Nusantara, Gabungan Aktivis Pegiat TKI & HAM, dan Laskar Bela Rakyat.

Selain visa kerja, Malaysia pun menaikkan biaya dengan besaran yang sama untuk visa studi bagi pelajar Indonesia yang ingin sekolah di negeri jiran itu. Jamaluddin mengungkapkan, penyebab kenaikan biaya visa itu karena Malaysia mengubah prosedur pengurusan visa bagi TKI dan pelajar melalui pihak ketiga yaitu PT Omni Sarana Cipta.

Padahal sebelumnya segala pengurusan visa dilakukan di Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia. Seperti yang dilansir Tribunnews, pemerintah Malaysia sejak 2014 menaikkan biaya visa itu dan menunjuk pihak swasta, karena memberlakukan one stop center untuk memudahkan proses mengurus visa.

Namun menurut dia, fakta di lapangan hal itu justru mempersulit. Pengurusan visa melalui pihak swasta, katanya berpotensi terjadi penyalahgunaan karena data TKI dan pelajar merupakan dokumen negara yang harus dirahasiakan. “Paspor TKI harus diserahkan pada pihak ketiga” tambah Jamaluddin.

ATKIM meminta Malaysia meninjau ulang kenaikan biaya visa yang mengandung pungutan liar itu. Selain itu meminta pemerintah Indonesia mengagendakan penghapusan biaya pungutan liar dalam pengurusan visa itu, pada pertemuan kelompok kerja bersama (joint working group) yang saat ini masih berlangsung di Malaysia.

Kenaikan biaya visa itu tertuang dalan Surat Edaran Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada Oktober 2014 yang ditandatangani oleh Penasihat Kedutaan Bahagian Konsuler dan Imigrasi Kamaluddin Bin Hajji Ismail. Surat Edaran itu ditujukan kepada seluruh PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) dan agen mitra kerja PPTKIS.

ATKIM menilai kenaikan biaya visa itu memberatkan TKI. Aktivis TKI Yusri Albima menambahkan bahwa bila pemerintah Malaysia tetap menaikkan biaya visa maka ATKIM akan mendesak pemerintah Indonesia untuk memberlakukan moratorium penempatan TKI ke Malaysia.

Baca Juga

Hutan Terbakar, Pendakian Gunung Muria Ditutup

Kudus – Hutan di lereng Gunung Muria yang berbatasan antara Kudus-Jepara terbakar. Kebakaran terjadi sejak ...