Home / Berita / Dunia / Malaysia Tolak Permintaan Menaikkan Gaji PRT Karena Kualitas Masih Rendah

Malaysia Tolak Permintaan Menaikkan Gaji PRT Karena Kualitas Masih Rendah

malaysia-tki

Pemerintah Malaysia menolak rencana pemerintah Indonesia untuk meminta kenaikkan gaji pembantu rumah tangga yang bekerja di Malaysia dari 800 ringgit menjadi 1.200 ringgit per bulan. Hal itu dinilai tidak layak dan terlalu mendadak, selain tidak sepadan dengan kualitas kerja mereka.

Menurut Presiden Persatuan Majikan Amah Malaysia (MAMA), Engku Ahmad Fauzi Engku Muhsein,”Pihaknya menolak rencana kenaikan gaji itu karena tidak sepadan dengan kualitas kerja pembantu rumah asal Indonesia.”

Kualitas dan kemahiran, lanjutnya, pembantu rumah yang dikirim ke Malaysia masih rendah dan jauh berbeda jika dibandingkan dengan pekerja yang dikirim ke negara lain seperti Arab Saudi, Jepang atau Hongkong.

Seperti dikutip dari media lokal di Kuala Lumpur, Senin (1/6), Engku menilai, gaji saat ini antara 500-800 ringgit sudah mencukupi karena semua kebutuhan termasuk biaya pengobatan disediakan pihak majikan, disamping biaya hidup di Malaysia yang lebih rendah.

“Pemerintah, perlu meneliti sebaik mungkin rencana itu karena kenaikan yang diminta agak tinggi dan tidak mampu ditanggung majikan yang rata-rata berpendapatan sederhana,” ujarnya.

Jumlah gaji yang diminta, kata Engku, menyamai pendapatan pegawai di negara ini dan itu tidak masuk akal.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden Persatuan Agensi Pekerja Asing Malaysia (PAPA), Jeffrey Foo. Menurutnya, pembantu rumah asal Indonesia tidak memiliki kemahiran dasar serta ada yang melarikan diri ketika bekerja.

“Mereka (Indonesia) seharusnya memperbaiki sistem latihan sebelum mengirim pekerja mereka ke negara ini. Selain itu pastikan kasus pembantu rumah lari ketika bekerja tidak berulang jika mau gaji tinggi,” ujarnya.

 

 

 

Baca Juga

Sebulan Hilang, Seorang Kakek Ditemukan Tewas Terbakar di Hutan

Foto: Istimewa Ngawi – Seorang kakek ditemukan tewas dengan tubuh terbakar. Diduga, Harjo Sumarto (90) ...