Home / Berita / Ibu Kota / Marbot dan Guru Ngaji di DKI Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Marbot dan Guru Ngaji di DKI Dapat BPJS Ketenagakerjaan

marbot dan guru ngaji 2

Bersyukurlah bagi para Marbot (penjaga/pengurus masjid) dan Guru ngaji di Jakarta Utara. Sebab, Pemprov DKI memberikan Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 500 marbot dan guru ngaji. Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu dilangsungkan di Taman Kota Waduk Pluit, Selasa (16/6) kemarin.

Mereka para marbot dan guru ngaji akan mendapat fasilitas jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai UU No 24 Tahun 2011, tentang BPJS Ketenagakerjaan. Mereka mendapat jaminan berupa jaminan keselamatan dan jaminan kematian.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman DKI Jakarta, Marullah Matali,”Bagi masyarakat Jakarta yang kebanyakan bergama Islam keberadaan masjid dan mushala perannya amat vital. Di seluruh wilayah DKI Jakarta, terdapat lebih dari 3.000 masjid dan 5.500 mushala.”

Kami, sambungnya, mengapresiasi pemberian BPJS Ketenagakerjaan bagi para marbot dan guru ngaji. Apalagi, selama ini penghasilan mereka memang tidak menentu.

Dijelaskan olehnya, selama ini Pemprov DKI sudah berupaya memberikan perhatian pada para marbot dan guru ngaji. Selain diberikan bantuan secara berkala melalui Bazis, sejumlah marbot dan guru ngaji juga telah diberangkatkan umrah oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Pihaknya akan membahas kelanjutan premi bagi para marbot dan guru ngaji. Sebab, 500 marbut dan guru ngaji yang menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan saat ini, preminya hanya digratiskan selama 3 bulan pertama,” ujar Marullah.

Kalau pemerintah, lanjutnya, bisa mengambil porsi ini sangat baik sekali, saya akan laporkan ke Gubernur. Untuk menanganinya, kita punya Bazis atau bisa saja melalui CSR.

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...