Home / Berita / Regional / Margriet dijerat Sebagai Tersangka Pembunuh Engeline, Ini Bukti-bukti dari Polda Bali

Margriet dijerat Sebagai Tersangka Pembunuh Engeline, Ini Bukti-bukti dari Polda Bali

margriet

Hari Rabu (29/7) Pengadilan Negeri Denpasar, Bali secara resmi menolak gugatan praperadilan yang diajukan tersangka pembunuhan Engeline, Margriet Christina Megawe. Tim kuasa hukum Polda Bali selaku termohon dalam pembacaan kesimpulannya memaparkan bahwa adanya alat bukti bersesuaian yang menjerat Margriet atau pemohon sebagai tersangka pembunuhan.

“Keterangan saksi (Agus Tai Hamdamai) bersesuaian dengan keterangan saksi lainnya,” ujar anggota kuasa hukum Polda Bali di Denpasar, Rabu (29/7).

Disamping keterangan Agus, penyidik juga menunjukkan alat bukti lain yang bersesuaian.

Pertama, hasil visum dari tim laboratorium forensik (labfor) RSUP Sanglah mengenai kondisi jenazah Engeline dan penyebab kematiannya, yaitu pendarahan otak akibat benturan keras.

Yang Kedua adalah tali yang ditemukan di kamar Margriet yang identik dengan tali yang ditemukan dalam lubang kubur tempat ditemukannya jenazah Engeline.

Ketiga adalah kesaksian dari pasangan suami istri, Rahmat Handono dan istrinya Susi Handono, penghuni indekos di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam No 26 Sanur, Denpasar, Bali. Keterangan Handono dan istrinya bersesuaian dengan keterangan Agus, seperti yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP) 17 dan 20 Juni 2015.

Haposan Sihombing, Pengacara Agus, menjelaskan Agus konsisten menyatakan dirinya bukan pembunuh Engeline dalam dua BAP terakhir. Berdasarkan BAP tanggal 17 dan 20 Juni, Agus mengatakan penguburan jenazah Engeline sebenarnya dilakukan sekitar pukul 15.00-16.00 WITA.

Setelah menguburkan Engeline, Margriet meminta Agus untuk berpura-pura menanyakan keberadaan Engeline pada dua penghuni indekos. Handono dan istrinya ketika diperiksa terpisah mengatakan mereka pulang ke indekos sekitar pukul 17.00 WITA pada 16 Mei 2015, yaitu hari Engeline dikuburkan. Saat itu, Handono mengaku Agus bertanya padanya jika mengetahui keberadaan Engeline.

“Apa mungkin tersangka berani melakukan penguburan ketika dua orang ini ada di rumah? Makanya, keterangan Agus dan kesaksian Handono itu bersesuaian,” ujar Haposan.

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...

One comment