Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Martunis Ternyata Terobsesi Bermain untuk Timnas Portugal

Martunis Ternyata Terobsesi Bermain untuk Timnas Portugal

Martunis berpose di Stadiun Da Luz, Lisbon
Martunis berpose di Stadiun Da Luz, Lisbon

Perjalanan hidup  Martunis di Portugal sudah dimulai. Tidak lama lagi anak Aceh yang selamat dari amukan gelombang tsunami ini  segera menjalani  program pelatihan bersama Tim U-19 Sporting Lisbon.  Meski tidak paham berbahasa Portugal dan kurang fasih Bahasa Inggris, ia mengaku tidak mengeluhklan masalah komunikasi. Anak angkat Ronaldo ini bertekad untuk  berlatih keras agar teknik bermain sepakbolanya lebih meningkat.

Selama di Portugal, Martunis tinggal di asrama akademi klub tersebut. Di sana ia bergabung dengan anggota tim lan yang sebagian besar merupakan atlit-atlit lokal. Berbeda dengan akademi sepakbola ternama Eropa seperti Ajax, MU atau Barcelona  yang sejak awal telah merekrut bakat-bakat hebat dari berbagai negara,  akademi Sporting Lisbon lebih banyak melatih bakat-bakat lokal.

Meski demikian akademi cukup terkenal di Eropa karena telah berhasil melahirkan sejumlah pemain dengan prestasi yang menggetarkan jagat Eropa. Luis Figo, Christiano Ronaldo, Carvalho, dan Nani adalah contoh sederet  pemain hebat yang merupakan  jebolan akademi ini.

Martunis merupakan pemain Asia pertama yang bergabung dalam akademi  Sporting Lisbon.  Sebagaimana disampaikan  Presiden Sporting Lisbon, Bruno de Carvalho dalam Gala  Honorary Sporting awal Juli lalu, mereka akan melatih Martunis agar bisa mewujudkan impiannya menjadi pemain sepakbola terkenal.

“Martunis akan berada di akademi ini untuk berlatih dan tetap dalam pantauan Sporting. Kami akan membantunya berkembang sebagai manusia seutuhnya,” kata Bruno de Carvalho yang disambut gemuruh para pengunjung yang hadir. “Ini menjadi salah satu bentuk bantuan kami dalam membuat mimpi seseorang menjadi nyata, serta memiliki kehidupan yang layak,” tambahnya.

Acara perkenalan Martunis kepada publik Lisbon cukup mengharukan karena diwarnai pemutaran film dokumenter tentang perjalanan hidupnya saat selamat dari keganasan gelombang tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Martunis bertahan dari bencana itu meski ia sempat terjepit di sela-sela tumpukan kayu dan lumpur selama 11 hari. Ketika diselamatkan, ia memakai pakaian Tim nasional Portugal bernomor punggung 10. Itu sebabnya Portugal memberi perhatian khusus kepada anak ini, dan bahkan mengundangnya ke Portugal.

Martunis sendiri sangat bangga bisa bergabung dengan akademi Sporting Lisbon. Tidak terbantahkan lagi, Ronaldo merupakan orang  yang membantu kehadiran Martunis di akademi tersebut. Sebagai salah satu alumni, Ronaldo cukup memberi pengaruh bagi kebijakan manajemen akademi itu. Sebagai ayah asuh,  Ronaldo juga pernah berjanji untuk mendukung Martunis mewujudkan impiannya menjadi pesepakbola yang hebat. Martunis juga sangat terobsesi bisa bermain di salah satu liga terkenal Eropa.

Saat pertama kali diundang ke Portugal pada tahun 2005, Martunis pernah mengutarakan cita-citanya untuk bermain di tim nasional, tapi bukan tim nasional Indonesia, melainkan tim nasional Portugal.  Ucapan itu disampaikannya saat menyaksikan pertandingan antara Tim nasional Portugal melawan Slovakia di Stadion Da Luz, Lisbon.  Ketika itu usianya baru  tujuh tahun.

Sekembali dari Portugal, bocah ini mulai giat berlatih. Ia pernah bergabung bersama Real Madrid Soccer School Banda Aceh selama satu tahun. Pada Oktober 2014, ia bahkan sempat mengikuti seleksi Tim Nasional U-17, tapi gagal pada seleksi tahap kedua. Sejak awal 2015 Martunis bergabung dalam tim junior PSAP Sigli.

Sepuluh tahun berselang, tepatnya  1 Juli lalu, untuk kedua kalinya ia diundang ke Portugal menghadiri Gala  Honorany sekaligus penandatanganan kontraknya bersama  Portugal Sporting Lisbon. Kepada wartawan  Martunis memang tidak lagi mengulang pernyataannya yang ingin memperkuat tim nasional Portugal. Fokus utamanya adalah berlatih dan berlatih agar bisa menjadi salah satu yang terbaik di lapangan hijau.

Tapi,  kalaupun kelak ia memilih membela Portugal, Indonesia seharusnya tidak perlu kecewa,  sebab sejak dini  Portugal memang lebih memberi perhatian kepada anak Aceh ini.  Mari kita dukung Martunis  membantu kejayaan sepakbola Portugal. Teruslah berjuang  Teungku!

Below Article Banner Area

Baca Juga

berita-terkini-aff-2016-boaz-tinggalkan-pelatnas-timnas-kenapa

Berita Terkini AFF 2016: Boaz Tinggalkan Pelatnas Timnas, Kenapa?

“Boaz memang pulang ke Jayapura, karena ada pernikahanan keluarganya” kata Alfred Rield kepada wartawan. Seperti ...