Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Megawati Diminta ‘Jemput Paksa’ Risma Lawan Ahok!

Megawati Diminta ‘Jemput Paksa’ Risma Lawan Ahok!

“Rakyat Bersatu Robohkan Ahok yang Sombong” demikian salah satu kalimat pada spanduk yang terpasang.

Megawati Diminta ‘Jemput Paksa’ Risma Lawan Ahok!

Ketua Umum PDPI Megawati Sukarnoputri diminta untuk menjemput paksa Tri Rismaharani, agar ikut bertarung dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Hal itu nampak pada sejumlah spanduk yang terpasang di Jalan Setia Kawan Ujung Gang Sawo RT 10/ RW 12 Duri Pulo Gambir Jakarta Pusat, Sabtu (2/7).

“Bu Mega…Pasti Mendengar Jeritan Rakyat. Rakyat Bersatu Robohkan Ahok yang Sombong”. demikian salah satu kalimat pada spanduk yang terpasang.

Spanduk tersebut dipasang dalam rangka mendeklarasikan dukungan terhadap Risma untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022. Deklarasi tersebut Diinisiasi oleh Setia Kawan Laskar Risma (Selaris).

“Kami mendorong Bu Mega untuk segera menentukan sikap agar kader terbaiknyalah yang memimpin perubahan di DKI Jakarta” Kata Koordinator Selaris, A. Syahrul seperti yang dilansir Republika.

Syahrul mengatakan jika warga Jakarta menilai hanya Risma lah yang dapat melawan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama. Menurutnya seorang laskar akan bertarung sampai mati. Relawan ini, kata dia akan melakukan langkah-langkah semaksimal mungkin agar Risma maju di DKI.

“Warga DKI tahu dia (Risma). Jadi yang kita ketahui dari Ahok ini, dia memang membenahi jakarta tapi tidak ada santun. Dia hanya mengandalkan dengan marah, tempramen”

“Di wilayah kita ini semua yang dijanjikan Jokowi di daerah kita yang akan dibangun rumah deret, ternyata dibatalkan semua (oleh Ahok), tidak jelas!” pungkas Syahrul.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...