Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Megawati Pernah Debat dengan Mahathir Mohamad, Soal Apa Ya? ‎

Megawati Pernah Debat dengan Mahathir Mohamad, Soal Apa Ya? ‎

megawati_soekarnoputri_saat_berkunjung_ke_solo_1_

Mantan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mengaku kalau dirinya pernah debat dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Yang menjadi akar debat itu adalah soal sejarah asal muasal kerajinan kain batik.

Hal itu diungkapkan oleh Megawati ketika kunjungannya di Solo Techno Park, Solo, Jawa Tengah Selasa (29/9) kemarin. Menurut Ketua Umum PDIP itu, dirinya pernah terlibat debat soal batik dengan Mahathir Mohammad. ‎Dalam kesempatan itu, Mega menceritakan kala Mahathir menunjukkan tentang batik Malaysia kepadanya.

“Saat itu Pak Mahathir bilang, ‘Bu Mega sudah tahu batik Malaysia,’ tanyanya. Saya langsung jawab, ‘Maaf ya tidak ada batik Malaysia,” tutur Megawati menirukan ucapannya saat itu.

‎karena ada jawaban seperti itu, lanjut dia, Mahathir pun balik bertanya kenapa bisa seperti itu. kemudian dirinya pun menjelaskan kalau batik itu bukan merupakan kata dalam bahasa Indonesia ataupun kata dalam bahasa Melayu.

“Kata batik itu berasal dari bahasa Jawa yang artinya nitik. Batik itu kan mbabarke titik. Saat menitik itulah membutuhkan konsentrasi yang tinggi dan harus menahan napas, karena kalo nggak nahan napas nggak bisa nitik,” kata Megawati.

Terkait dengan batik dan produk dalam negeri, Mega ingin pemerintah membantu produk Indonesia untuk bersaing di tingkat ASEAN, serta membatasi produk luar masuk ke Indonesia.

Memang, kata Mega, nantinya jadi pasar bebas. Tetapi bukan berarti bebas masuk. Jadi, pemerintah bisa menyetop produk yang di Indonesia sudah ada.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...