Home / Headline / Megawati Soekarnoputri Menangis Saat Sampaikan Pidato Peringatan Hari Lahir Pancasila

Megawati Soekarnoputri Menangis Saat Sampaikan Pidato Peringatan Hari Lahir Pancasila

-megawati-soekarno-putri_663_382

Megawati Soekarnoputri menangis ketika memberikan sambutan dalam peringatan Hari Pancasila dan Peringatan Pidato Bung Karno di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Rabu (1/6). Dalam kesempatan tersebut, Megawati berbicara sebagai perwakilan keluarga besar Soekarno.

Di dalam pidatonya, Megawati memaparkan banyak hal soal Pancasila. Ia bercerita bagaimana proses awal Soekarno menggagas Pancasila dan menjadikannya sebagai dasar negara RI.

Bukan hanya bermanfaat untuk Indonesia, Pancasila menurutnya bermanfaat untuk dunia. Sebab Pancasila mampu menginspirasi negara-negara, terutama di kawasan Asia dan Afrika, untuk melepaskan diri dari penjajahan.

“Dengan Pancasila Bung Karno menggagas persatuan bangsa-bangsa di kawasan Asia Afrikayang melahirkan sebuah konferensi, Konferensi Asia Afrika 1955. Saksi hidupnya adalah Gedung Merdeka ini yang jadi sebuah saksi monumental yang telah mengubah tatanan dunia,” papar Megawati.

Bukan hanya itu, Pancasila juga ikut menginspirasi terbentuknya gerakan nonblok pada tahun 1961. Ketika itu, 25 negara bersatu dan mendeklarasikan gerakan nonblok ditengah permusuhan berbagai negara.

“Tanpa Pancasila, tidak akan ada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan telah terbukti bahwa Pancasila bukan hanya ideologi pemersatu bangsa Indonesia. Sejarah mencatat betapa Pancasila telah jadi ideologi alternatif dalam konflik dunia,” jelasnya.

Megawati pun selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah sama-sama berjuang untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Ia berharap spirit Pancasila dimaknai semakin mendalam oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Selamat Hari Lahir Pancasila. Bangkitlah bangsaku dengan spirit Pancasila. Jadikan Pancasila 1 Juni 1945 sebagai way of life bangsa Indonesia,” demikian Megawati terihat sambil menangis.

Tamu undangan yang hadir di lokasi pun bertepuk tangan sebagai penghormatan terhadap Megawati. Anak pertama Soekarno itu pun kemudian sambutannya meski sambil terbata-bata.

“Pancasila adalah prinsip dasar sekaligus jalan penerang yang harus kita ambil untuk terus melangkah, teruslah berjalan, teruslah bergerak, teruslah bersama dalam perjuangan mencapai masyarakat adil, makmur, adil sampai terwujud Indonesia sejahtera, Indonesia yang sejati-jatinya merdeka,” jelasnya.

 

 

Baca Juga

PLTGU Grati di Pasuruan Tambah Kapasitas Jadi 1.360 MW

Pasuruan – Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Grati, Kabupaten Pasuruan, menambah kapasitas produksi listriknya ...