Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Memalukan…! Muktamar NU Diwarnai aksi Kekerasan dan isu Politik Uang

Memalukan…! Muktamar NU Diwarnai aksi Kekerasan dan isu Politik Uang

suasana ricuh pada hari kedua Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, MInggu malam menyusul adanya aksi pemukulan terhadap peserta dari Riau
suasana ricuh pada hari kedua Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur, MInggu malam menyusul adanya aksi pemukulan terhadap peserta dari Riau

Sejak dibuka Presiden Jokowi Sabtu malam 1 Agustus,  suasana panas telah mewarnai muktamar NU ke-33 yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur. Memasuki hari kedua,  suasana panas itu semakin riuh dengan berbagai hujan interupsi dan aksi kekerasan para pendukung dari kelompok tertentu. Wakil dari PW NU Riau menjadi salah satu korban kekerasan di dalam pertemuan organisasi ulama tersebut.

Pemukulan itu terjadi setelah PWNU Riau, menyatakan sikap agar konsep pemilihan Rais ‘Aam PBNU dikembalikan kepada AD/ART, bukan konsep Ahlul Halli Wal ‘Aqdi atau AHWA.

“Tidak boleh menginjak-injak AD/ART,” kata utusan PWNU Riau itu, Minggu (2/8) malam.

Setelah menentukan sikapnya menolak penerapan sistem AHWA, utusan Riau itu mau dipukul salah seorang muktamirin lain tapi berhasil dipisahkan Banser NU. Diduga, yang berupaya menyerang adalah pendukung AHWA.

Penyerangan itu belum berhenti, begitu utusan Riau dibawa ke depan forum, ada saja seorang muktamirin yang mendekat dan berhasil memukul kepalanya. Pemukul yang tidak diketahui identitasnya itupun diamankan.

Keributan di Muktamar NU belum berhenti, masing-masing PWNU dan PCNU diberikan hak bicara menyikapi sistem AHWA. Pro kontra pun berlanjut. Bahkan PWNU Papua Barat dan 19 PCNU-nya, mendukung penuh sistem AHWA.

Dari semua PW NU, perwakilan Riau berbicara paling keras. Mereka tidak hanya menolak  AHWA, tapi juga mengaku memiliki bukti bahwa upaya pemaksaan sistem AHWA diwarnai permainan uang.

“Kalau PWNU Jatim menyatakan (AHWA) mengangkat marwah ulama. Tadi malam telah tertangkap seseorang yang membawa bungkusan berisi uang untuk diserahkan pada Muktamirin di pemondokan kami. Kami punya buktinya,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, utusan Kepri masih terus bicara dan menyebut bahwa para pimpinan sidang yang terdiri dari para ulama ikut mendukung sistem AHWA dan membagikan uang tersebut.

“Kalau Bapak bilang sistem AHWA mengangkat marwah ulama, Bapak sendiri yang menyerahkan uang,” ujarnya seperti dikutip dari JPNN.

Alhasil, pernyataan tersebut memantik reaksi dari ribuan peserta lain. Utusan Kepri dinilai telah menghina ulama. “Jangan sekali-kali menghina ulama. Kualat,” teriak seorang muktamirin.

Utusan Kepri pun kemudian dibawa keluar dari arena dengan pengamanan Banser NU, sembari menghalangi kemarahan muktamirin yang berupaka menghakiminya.

Sistem Ahwa adalah sebuah sistem pemilihan pemimpin yang pernah dicontohkan oleh sahabat Nabi Muhammad. Sistem ini diterapkan saat memilih al-Khulafa’ ar- Rasyidun, yang tak lain pada masa Abu Bakar as-Shiddiq, Umar Ibnu Khottab, Usman bin Affan, dan Aly bin Abi Thalib. Sedangkan NU sebagai salah satu pewaris Ahwa ini ingin kembali menerapkannya di muktamar Jombang.

“Semisal, ketika sebelum Umar Ibnu Khottab meninggalkan jabatannya, beliau mengangkat enam orang untuk bermusyawarah. Dan dalam hasil musyawarah tersebut diangkatlah Usman Bin Affan sebagai penerus Umar untuk menjadi khalifah,” ujar Ketua Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang KH Kholil Dahlan.

Dalam NU, ada sembilan orang ulama yang akan mengambil keputusan ini. Jumlah sembilan ini didasarkan pada jumlah Wali Songo. Jumlah itu juga mengacu pada bintang dalam gambar Nahdatul Ulama yang juga sembilan buah.

“Karena pemaknaan angka dalam NU sangat kental, maka jumlah sembilan ini dijadikan salah satu dasar pengambilan jumlah perwakilan dalam sistem Ahwa,” imbuhnya.**

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...