Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Mencuat nama-nama Menteri yang akan Di-Reshuffle dari Kabinet Kerja Jokowi

Mencuat nama-nama Menteri yang akan Di-Reshuffle dari Kabinet Kerja Jokowi

kabinet

Rencana Presiden Jokowi untuk  merombak jajaran kabinetnya kembali berembus kencang. Berhembus kabar bahwa rencana perombakan kabinet itu akan  dilakukan  hari ini Rabu 12 Agustus. Sebelumnya, tadi malam   Selasa , 11 Agustus, Jokowi telah memanggil sejumlah menteri ke kantornya secara mendadak. Menteri yang dipanggil itu merupakan menteri yang paling disorot dan diminta sejumlah kalangan dicopot dari kabinet.

Jokowi sendiri mengaku sudah mengantongi nama-nama menteri yang kinerjanya dianggap buruk. Nama sejumlah menteri yang memiliki rapor merah ini disebut-sebut masuk bursa reshuffle. Ada yang kabarnya dicoret dari kabinet, tapi ada menteri yang hanya bertukar posisi.

Beberapa menteri yang kemungkinan akan dicopot, antara lain:

  1. Tedjo Edhy Purdijatno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan

Tedjo pernah ditegur Jokowi lantaran mengeluarkan pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi kekanak-kanakan. Ia juga menuding massa yang mendukung KPK merupakan rakyat tidak jelas. Pernyataan Tedjo ini menuai kritik dari masyarakat, terutama para netizen. Partai oposisi mendesak agar Jokowi mencoret Tedjo.

“Saya sudah melaporkan semua evaluasi dan rapor menteri terkait. Selebihnya ya terserah Presiden saja,” kata Tedjo. Beredar kabar kalau Tedjo Edhi Purdijatno sudah berpamitan kepada koleganya di Kementerian.

Tedjo juga menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat dukungan selama menjadi menteri. “Terima kasih atas segala dukungan dan kerjasama selama saya menjabat. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan hidayah kepada kita semua. Amin. Tedjo Edhi Purdijatno.”

  1. Rachmat Gobel, Menteri Perdagangan

Presiden Joko Widodo disebut-sebut marah lantaran Menteri Perdagangan Rachmat Gobel tak memberi laporan adanya kenaikan harga beras hingga menjadi Rp 10.300 per kilogram. Kemarahan itu disampaikan Jokowi ketika rapat Kabinet Kerja di Istana Bogor, Jawa Barat, 15 Maret lalu. Kasus beredarnya beras plastik di Bekasi, yang belakangan dianggap tak terbukti, juga sempat membuat Jokowi marah. Rachmat Gobel juga disebut bertanggung jawab atas lamanya dwelling time atau waktu kontainer berada di pelabuhan sebelum memulai perjalanan darat.

“Kita sudah maksimal, tidak bisa melakukan perubahan dalam waktu tiga sampai enam bulan,” kata Gobel, awal Mei lalu.

  1. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil

Sejumlah partai koalisi dan oposisi pemerintah menilai Sofyan kurang cakap memimpin tim ekonomi. Koordinasi tim ekonomi juga dianggap kurang berjalan sehingga serapan dana untuk proyek infrastruktur tersendat. Meski demikian Sofyan merasa tidak terlalu kuatir soal reshuffle ini. “Kalau saya tak populer dan di reshuffle, tak ada masalah,” ‎ kata Sofyan, kemarin. – tem/ant

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...