Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Mengamati Kehebatan Hotma vs Hotman di Kasus Engeline

Mengamati Kehebatan Hotma vs Hotman di Kasus Engeline

69.hotma vs hotman 4

Kasus pembunuhan Engeline menjadi sorotan nasional dan benar-benar menarik berbagai kalangan tak terkecuali para pengacara. Di kasus ini ada dua pengacara beken dan top tanah air yang ikut menjadi penasehat bagi 2 kubu yang berseberangan.

Ada Hotma Sitompoel yang menjadi pengacara tersangka dugaan penelantaran anak, Margriet Ch Megawe. Sementara di pihak lain, ada pengacara Hotman Paris Hutapea yang menjadi penasehat Agus Tay dalam kasus pembunuhan Engeline.

Kedua pengacara tersebut kemudian saling melemparkan argument terkait kasus Engeline.

Hotma Sitompoel mengungkapkan kalau dirinya mau mendampingi Margriet karena Margriet adalah pihak yang butuh dibantu.

“Saya siap untuk tidak disenangi orang asal bisa disenangi Tuhan. Kembali pada kasus ini, saya membela orang yang dizalimi (Margriet), sampai dibuktikan sebaliknya,” kata Hotma Sitompoel.

Sementara itu Hotman Paris menjadi pengacara Agus setelah sebelumnya diminta Haposan Sihombing. Menurut Haposan yang juga pengacara Agus, Hotma digandeng agar kasus ini semakin terang benderang.

“Hotman Paris bergabung karena menganggap ada yang ganjil dalam kasus ini. Seharusnya ada penetapan tersangka lain,” ujar Haposan.

Sedangkan Hotman menjelaskan, dia membela Agus setelah pengacara Haposan Sihombing datang menemui dia. Hotman diminta bergabung.

“Jadi ada juga dorongan masyarakat agar membantu kasus ini sehingga terungkap tersangka baru. Di pihak sana juga kan ada pengacara top Hotma Sitompoel, jadi biar kita berimbang,” urai dia.

Kehadiran Hotman Paris mendampingi Agus, disikapi Hotma Sitompoel dengan bijak.

“Saya tidak mau berdebat, saya ingin menegakkan keadilan dan kebenaran. Silahkan Hotman Paris mengeluarkan argumen dan pendapat terkait kasus Engeline,”ujar Hotma.

Satu hari menjadi pengacara Agus, Hotman mengeluarkan pernyataan seputar lubang yang ada di rumah Margriet yang digunakan untuk mengubur Engeline.

Hotman Paris membeberkan asumsi,”Agus mengaku lubang tersebut sebelumnya sudah ada (artinya majikan sudah tahu ada lubang tersebut). Tanggal 16 Mei 2015 mayat dimasukkan ke lubang ditimbun tanah dan ditutupi belahan bambu. Artinya majikan tahu bahwa lubang tersebut telah ditimbun tanah dan ditutupi bambu dan ditimbun makanan ayam di atasnya.”

Selama Engeline dikabarkan hilang, ujar Hotman, Margriet setiap hari berada di rumah di sekitar lubang yang ditimbun dan ditutupi bambu.

“Majikan Agus mengetahui telah 25 hari lubang ditimbun pada waktu yang sama selama 25 hari Engeline menghilang. Si Majikan tiap hari full time berada di rumah di sekitar lubang yang ditimbun dan ditutupi bambu,” ujar Hotman.

Penimbunan lubang tersebut, lanjutnya, yang diduga kuat diketahui oleh majikannya merupakan bukti petunjuk untuk menetapkan tersangka baru.

Sementara itu Hotma Sitompoel, pengacara Margriet menepis apa yang dikatakan Hotman Paris.

“Kalau soal lubang, jadi itu ada di dekat kandang ayam banyak tainya di mana-mana. Margriet meminta agar Agus mengambil tanah untuk menutup tai ayam, agar tidak bau,” ujar Hotma.

Ditambahkan oleh Hotma, jadi perintah yang keluar bukan menggali lubang, melainkan mencari tanah menutup tai ayam.

“Ini dia malah menggali lubang buat tanah menutupi tai ayam,” kata Hotma.

Tidak ada perintah melakukan penggalian, hanya mencari tanah atau pasir. Hotma meminta agar jangan ada yang menuding kliennya terlibat pembunuhan.

Bertemunya kedua pengacara pengacara senior dan beken tersebut di kasus Engeline, bukan kali ini saja.

Pada tahun 2006 keduanya dipertemukan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap pesinetron muda Naek Gonggom Hutagalung. Dalam pembunuhan tersebut, korban dibunuh temannya sendiri yang juga pesinetron muda, Lydia Pratiwi, yang melibatkan ibunya, Vince Yusuf dan pamannya, Ade sukardi.

Hotman dalam kasus tersebut berada di pihak Lidya, sedangkan Hotma menjadi penasihat hukum dari keluarga korban. Dalam kasus itu, kedua pengacara tersebut mempertahankan fakta yang dimiliki oleh masing-masing pihak hingga Hotman menantang Hotma memperdebatkan kasus tersebut di luar pengadilan.

Kemudian juga tahun 2007 mereka dipertemukan kembali dalam kasus Maia dan Mulan mengenai permasalahan perbedaan honor yang terjadi saat keduanya berada pada satu grup vokal Ratu. Dalam kasus tersebut, Hotman berada di pihak Mulan dan Hotma berada di pihak Maia.

Bagi masyarakat yang mengikuti kasus ini mungkin tidak mempersoalkan siapapun pengacara yang akan mendampingi para tersangka. Yang terpenting buat masyarakat adalah kejelasan sehingga kasus ini akan jadi benar-benar terang menderang, siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan dan apa motif pembunuh?

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...