Home / Berita / Ibu Kota / Mengangkat Derajat PKL, Pemprov DKI Bikin Lenggang Jakarta

Mengangkat Derajat PKL, Pemprov DKI Bikin Lenggang Jakarta

lenggang jakarta2

Hari Jum’at (22/5) Besok, rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meresmikan Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat. Lenggang Jakarta, merupakan PKL di Monas, yang direlokasi di satu tempat di IRTI Monas. Seluruh pedagang tersebut, diberi modal dan tempat untuk membuka usahanya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan, melalui Lenggang Jakarta itu, akan membuat para PKL naik kelas.

“Kenapa (jumlah pedagang) jadi kecil, karena yang di Monas ini banyak keluarga dulu. Banyak yang punya 3, 4 kios. Banyak yang jadi supplier PKL di situ. Nah sekarang kita bagi. Kalo dia jual makanan, enggak boleh jual minuman. Mesti dibagi-bagi, kayak foodcourt di mal aja. Jadi menyiapkan PKL naik kelas,” ujar Ahok.

Bahkan, sambungnya, jika nantinya pada pedagang memiliki modal, bisa membuka kiosnya di mall.

Selain menyiapkan PKL naik kelas, dengan Lenggang Jakarta ini juga, nantinya seluruh makanan yang dijual lebih terjamin.

Karena pengelola akan bekerjasama dengan BPOM untuk memeriksa makanan. Sehingga kalau sudah demikian, diharapkan pengunjung tidak takut untuk mampir kesini.

Di Lenggang Jakarta nantinya akan ada sekitar 329 pedagang yang akan menempati lokasi. Mereka terdiri dari pedagang kuliner, aksesoris dan souvenir.

Uniknya disini adalah untuk menjaga ketertiban, para pedagang yang berjualan diwajibkan untuk mengisi absensi setiap hari dengan absen finger print langsung di lokasi. Dalam sebulan, mereka wajib memenuhi absensinya ini minimal 20 kali.

Disamping tentang absensi, para pedagang juga akan dikenakan biaya retribusi Rp 4.000 per hari. Tapi, penarikan retribusi tidak akan dilakukan secara tunai, melainkan dengan sistem auto debet dari rekening para pedagang yang ada di Bank DKI.

Pedagang akan diberikan kartu identitas Jakarta Card dari Bank DKI yang fungsinya sebagai rekening tabungan dan kartu anggota. Nantinya retribusi akan ditarik dari situ.

Kemudian juga, transaksi pembayaran di Lenggang Jakarta akan sepenuhnya menggunakan sistem non cash melalui kartu e-money. Semua kios pedagang di Lenggang Jakarta akan dilengkapi mesin electronic data capture (EDC).

Bagi yang ingin menikmati Lenggang Jakarta, tempat ini akan beroperasi dari pukul 06.00-23.00 pada hari biasa, dan 24 jam saat akhir pekan.

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...