Home / Headline / Menkumham Lempar Wacana Membebaskan Napi Narkoba, Asal…

Menkumham Lempar Wacana Membebaskan Napi Narkoba, Asal…

Yasonna-Laoly-20141216-Johan

Narkotika merupakan musuh bangsa ini karena jenis kejahatan serius dan kejahatan tingkat tinggi (ektra ordinary crime). Bayangkan saja, setiap hari ada 33 orang meninggal karena narkoba. Belum lagi orang yang tertangkap dan ditahan oleh pihak berwajib. Semakin hari dengan bertambah orang yang ditahan, tentunya membuat penjara tanah air semakin penuh.

Melihat hal itu, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly mewacanakan memberi pembebasan terhadap 20 ribuan napi narkoba. Yasonna mengklaim, rencana tersebut sebagai trobosan progresif.

Dilanjutkan oleh Yasonna, pembebasan bersyarat itu perlu dilakukan lantaran lapas-lapas saat ini sudah penuh dengan para napi narkoba. Terlebih, kebanyakan mereka hanya korban penyalahgunaan narkoba, bukan pengedar dan bandar. Karena itu, mereka cukup direhabilitasi, bukan dipenjara.

“Rencana pelaksanaan asesmen terhadap kurang lebih 20 ribuan napi yang bermasalah dengan adiksi narkoba menjadi terobosan progresif yang harus dieksekusi dengan cepat sehingga upaya penanggulangan masalah narkoba dalam jeruji besi bisa terlaksana dengan maksimal,” ujar Yasonna dalam keterangan pers kepada media (Sabtu, 20/6).

Walaupun demikian, Yasonna memastikan pembebasan bersyarat nanti tidak asal obral. Akan ada Tim Asesmen Terpadu yang akan menilai seorang napi bisa diberikan pembebasan bersyarat atau tidak.

“Tim Asesmen Terpadu nantinya akan berperan penting untuk memastikan apakah sang napi benar-benar penyalah guna murni atau merangkap sebagai bandar. Jika terbukti hanya sebagai penyalah guna murni maka mereka rencananya akan diberikan grasi,” tuturnya.

Jika kebijakan ini bisa terlaksana, Menteri yakin beban lapas akan jauh berkurang.

“Seandainya 20 ribuan penyalah guna murni itu bisa dibebaskan secara bersyarat, dampaknya cukup signifikan. Antara lain, pihak lapas bisa mengalokasikan dana untuk perbaikan fasilitas, sehingga kita perlu uji coba langkah ini,” ungkapnya.

Diakui oleh Yasonna, kalau dirinya sudah bertemu dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar untuk membahas masalah ini. Dari pertemuan itu, Anang menyatakan siap untuk menerjunkan Tim Asesmen Terpadu di seluruh provinsi yang bertugas memilah napi pecandu dan napi yang merangkap pengedar atau bandar.

“Jika napi yang sudah dibebaskan dan menjalani rehabilitasi, maka bukan hanya penyalahgunanya saja yang akan mendapatkan rehabilitasi tapi juga keluarganya. Sehingga keluarga juga bisa memiliki pengetahuan untuk melakukan pendampingan,” tutur Anang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Aspal Runaway Bandara Makassar Amblas, Sempat Sebabkan Delay

Makassar – Aspal landasan pacu (runaway) bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar amblas hingga mengalami ...