Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Menteri Susi Sindir Ahok Soal Reklamasi, Ini Penjelasannya

Menteri Susi Sindir Ahok Soal Reklamasi, Ini Penjelasannya

menteri susi55

Izin reklamasi yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Hal ini karena izin itu dianggap menyalahi aturan yang berlaku.

Ahok, dinilai telah melangkahi wewenang Pemerintah Pusat dalam penerbitan izin tersebut. Seharusnya, reklamasi baru bisa berjalan setelah adanya rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti mengungkapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, rekomendasi hanya dapat diberikan selama aturan tentang analisis dampak lingkungan dipenuhi.

Dalam hal ini, tidak hanya persoalan apakah reklamasi memperburuk kondisi Ibu Kota seperi banjir, tetapi juga kehidupan para nelayan yang mencari nafkah di kawasan Teluk Jakarta.

“Saya tidak setuju kalau nelayan yang pasti mata pencahariannya dapat terganggu dengan reklamasi hanya diberi ganti rugi rumah saja, tapi harus future life diperhatikan lebih dulu,” kata Susi dalam sebuaah diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (5/4).

Ditambahkan oleh Susi, reklamasi memang memberikan banyak dampak terhadap lingkungan. Untuk itu, sejumlah upaya yang mencegah hal itu terjadi harus dipenuhi lebih dahulu. Seperti pendalaman sungai dan laut, pembuatan bendungan, serta penampungan air.

“Jika sudah sesuai dengan aturan yang tentunya dipikirkan terlebih dahulu tak akan menimbulkan dampak lingkungan, izin bisa dikeluarkan tidak perlu dalam waktu lama,” paparnya.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...