Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / MUI: Jangan Ada Kalimat ‘Hormatilah Orang yang Tidak Puasa!’

MUI: Jangan Ada Kalimat ‘Hormatilah Orang yang Tidak Puasa!’

“Jangan ada pernyataan ‘hormatilah orang yang tidak puasa’. Nanti umat Islam minta dihormati saat ada perayaan Natal atau Nyepi, bagaimana?” ungkap Muhammad Baharun.

MUI Jangan Ada Kalimat ‘Hormatilah Orang yang Tidak Puasa!’

Majelis Ulama Indonesia (MUI) rupanya menyayangkan aksi penutupan warung makan selama bulan Ramadhan dilakukan dengan cara-cara represif. Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Muhammad Baharun menganggap masih ada cara lain yang jauh lebih baik.

“MUI tidak setuju dengan cara-cara represif. Ada cara yang lebih baik, persuasif, dinasihati” ungkap Baharun, Senin (13/6/2016).

MUI menurutnya, membolehkan warung dan rumah makan tetap berjualan selama bulan puasa. Namun pemilik warung harus tetap memperhatikan cara-cara bertoleransi kepada umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Misalnya bagian depan warung ditutup lebih rapat agar tidak tampak.

“Dengan gorden atau apa, jangan kelihatan terbuka. Silakan tertutup kalau enggak mau buka menunggu sampai sore” tambahnya.

Menariknya, Baharun menyayangkan adanya adagium “hormatilah mereka yang tidak berpuasa” oleh sejumlah masyarakat. Menurut dia penutupan warung makan jangan dikaitkan dengan logika seperti itu. Menurut dia, pernyataan itu justru mengikis nilai-nilai toleransi.

“Jangan ada pernyataan ‘hormatilah orang yang tidak puasa’. Nanti umat Islam minta dihormati saat ada perayaan Natal atau Nyepi, bagaimana? Adagium jangan dibalik-balik seperti itu”

“Ini tidak boleh dibiarkan munculnya pendapat-pendapat seperti itu. Ini kan jadi tidak sehat, hanya akan menimbulkan ketegangan lain nantinya” tegasnya.

Aktivitas rumah makan selama bulan puasa tengah disorot publik setelah aksi Satpol PP Kota Serang Banten, melakukan razia warteg. Seluruh makanan dalam warung yang terkena razia diambil aparat. Satpol PP melakukan razia berdasarkan Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...