Home / Berita / Politik / Mungkinkah SBY Terpilih Secara Aklamasi?

Mungkinkah SBY Terpilih Secara Aklamasi?

sby11

Salah satu isu hangat Kongres ke-4 Partai Demokrat yang berlangsung pada 11-13 Mei ini adalah pengaklamasian Susilo Bambang Yudhoyono menjadi ketua umum kembali. Kemungkinan aklamasi diakui berbagai pihak terbuka lebar.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto menuturkan,”Aklamasi merupakan proses demokrasi yang hakiki. Hal ini diutarakannya menanggapi sebagian kalangan yang menganggap aklamasi menciderai demokrasi partai.

“Saya perlu luruskan, aklamasi adalah proses demokrasi yang hakiki,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Hermanto di salah satu media.

Aklamasi, lanjutnya, juga merupakan salah satu urutan demokrasi dalam musyawarah. Sebab tujuannya adalah untuk mencapai kata mufakat dari seluruh kader. Ia menyebut urutannya adalah jika dalam proses pencalonan tidak mendapat kata setuju, maka perlu diadakan voting yang disebut sebagai aklamasi.

Ini diungkapkannya sebagai bentuk upaya mencari kesepakatan di antara semua pemilik hak suara.

Namun, Wakil Ketua DPR RI ini tidak menyebutkan kemungkinan aklamasi di kongres mendatang. Walaupun dukungan untuk SBY diklaimnya sudah mencapai lebih dari 90 persen.

Kalau pun ada aklamasi, Agus menyebutkan tidak akan ada konflik karena kongres akan dijalankan secara transparan.

Pada bagian lain, Politisi Demokrat, I Gede Pasek Suardika, mengungkapkan kalau aroma aklamasi terhadap SBY memang diskenariokan.

Indikasi itu ditunjukkan Pasek dalam aturan tata tertib kongres yang memang sudah dirancang sedemikian rupa oleh kepanitiaan.

Pasek menjelaskan, dalam tatib diatur bahwa posisi ketua umum, mencantunkan prasyarat harus aktif 5 tahun di DPP Demokrat. Maka jelas, pasal itu hanya SBY yang memenuhi syarat.

Sementara itu, salah seorang pendiri Partai Demokrat, Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio (Sys Ns) menuturkan bahwa aklamasi adalah mekanisme yang diatur dalam demokrasi. Aklamasi, lanjut dia, diperbolehkan jika itu disepakati oleh mayoritas peserta kongres dan dilakukan setelah SBY demisioner.

“Aklamasi itu sifatnya halal dalam demokrasi. Tapi aklamasi itu halal jika lahir di floor, lahir saat demisioner semuanya,” ucap Sys di salah satu media.

Lebih lanjut dinyatakan Sys, aklamasi tidak diperbolehkan jika dirancang atau diseting dari luar. Menurutnya, jika pemilihan secara aklamasi sudah dihembuskan sejak kepengurusan belum demisioner, hal tersebut berbau tidak demokratis.

“Pas mau pemilihan, secara serentak, seluruh mayoritas, floor menginginkan aklamasi terhadap salah satu calon, itu demokratis. Tapi kalau dirancang dari luar, direkayasa dari luar, aklamasi itu tidak berbau demokrasi. Kalau sebelum demisioner sudah didorong itu ada rekayasa,” tutur Sys.

 

 

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...