Home / Bisnis / Nasabah Bank Mutiara Solo Protes, Keputusan Pengadilan Tidak Dijalankan

Nasabah Bank Mutiara Solo Protes, Keputusan Pengadilan Tidak Dijalankan

Beberapa nasabah Bank Mutiara di Solo melayangkan surat ke sejumlah lembaga yang berwenang dan kepada bank yang kini bernama Bank J Trust Indonesia, karena dianggap tidak menjalankan putusan pengadilan.

Awal Juni yang lalu pihaknya telah melayangkan surat ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), namun hingga kini belum mendapat tanggapan. Demikian penjelasan Sutrisno selaku Koordinator Forum Nasabah Bank Century (FNBC) cabang Solo.

Dalam suratnya tersebut, para nasabah meminta agar DPR memfasilitasi pertemuan mereka dengan Bank Mutiara, OJK dan BI.

Bank Mutiara telah mengabaikan putusan pengadilan, menurut Sutrisno. Gugatan terhadap Bank Mutiara yang dulunya bernama Bank Century itu telah menang sampai ke Mahkamah Agung. Pengadilan memutuskan bahwa penjualan reksa dana Antaboga yang diperdagangkan Bank Mutiara Batal demi hukum dan dalam amar putusannya majelis hakim juga menyatakan Bank Mutiara telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Pada tanggal 31 Maret 2015 Pengadilan Negeri Surakarta mengeluarkan aanmaning atau peringatan kepada Bank Mutiara agar menjalankan putusan. Bank Mutirara harus mengembalikan uang milik 27 nasabahnya di Solo secara tunai dan sekaligus senilai Rp 35,43 miliar. Selain itu pengadilan juga mengharuskan Bank Mutiara memberikan ganti rugi kepada 27 nasabahnya sebesar Rp 5,67 miliar.

Melalui kuasa hukumnya, Mahendradatta, Bank Mutiara menyatakan menolak untuk menjalankan putusan tersebut. Dan pihaknya akan melakukan perlawanan atau bantahan terhadap putusan Hakim Pengadilan Negeri di Solo yang memenangkan eks nasabah Bank Mutiara.

Mahendradatta menjelaskan bahwa bantahan bisa terjadi kalau pihak yang dieksekusi bukanlah pihak yang harus bertanggung jawab karena dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan bahwa Mantan Bos Bank Century, Robert Tantular bersalah atas tindak pidana pencucian uang dan penipuan, dianggap sebagai hal yang menguatkan bahwa Bank Mutiara tidak bertanggung jawab. Dia juga menegaskan soal kekuatan putusan pidana yang lebih tinggi daripada putusan perdata karena pidana menyangkut publik.

“Saya cukup bergembira, karena bahan ini seyogyanya bisa menjadi pertimbangan. Di Solo itu kan mereka (eks nasabah Bank Mutiara yang kini menjadi investor PT Antaboga Delta Sekuritas) dimenangkan karena belum ada putusan pidana ini.’’ paparnya.

Namun Sutrisno tetap bersikukuh bahwa nasabah benar dan telah terbukti di Pengadilan. Menurutnya segala transaksi yang terjadi di belakang loket adalah persoalan Bank Mutira, tidak boleh merugikan konsumen.

Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...