Home / Berita / Regional / Nelayan Aceh dihimbau Tidak Melaut Selama Dua Hari, Karena Ini Alasannya

Nelayan Aceh dihimbau Tidak Melaut Selama Dua Hari, Karena Ini Alasannya

nelayan aceh

 

Dalam rangka memperingati 11 tahun tsunami yang meluluhlantakkan Aceh, para nelayan di seluruh Aceh tidak melaut. Tahun ini, mereka tidak melaut selama dua hari yaitu 25 hingga 26 Desember.

Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek, mengungkapkan bahwa imbauan untuk seluruh nelayan sudah disampaikan jauh-jauh hari agar mereka tidak melaut. Imbauan ini sudah pernah berlaku sejak beberapa tahun lalu.

“Nelayan kali ini tidak boleh melaut selama dua hari. Satu hari untuk memperingati tsunami dan satu hari lagi karena hari ini hari Jumat,” ujar Miftah seperti dilansir sebuah media online Jumat (25/12).

Buat nelayan Aceh, hari Jumat adalah hari pantang melaut. Adat pantang melaut ini disepakati oleh seluruh nelayan yang ada di Aceh. Pantang melaut berlaku sejak pukul 06.00 WIB hingga Sabtu (26/11) pukul 16.00 WIB esok.

Imbauan agar tidak melaut ini, sambung Miftah, sudah disampaikan kepada seluruh nelayan melalui panglima laot di daerah-daerah. Selama libur, mereka diminta untuk berdoa dan menyiapkan berbagai peralatan kapal.

“Malamnya kami harap mereka berdoa. Mereka baru kembali melaut tanggal 26 Desember sore,” terangnya.

Seperti diketahui, di Aceh, hari pantang melaut bagi nelayan yaitu lebaran Idul Adha dan Idul Fitri masing-masing tiga hari, hari Jumat, peringatan tsunami, 17 Agustus dan khanduri laut. Untuk khanduri laut, hanya libur bagi nelayan di daerah yang menyelenggarakannya.

Kalau melihat ke belakang, tsunami melanda Aceh 26 Desember 2004 silam, dimana 80 ribu nelayan dan keluarganya menjadi korban. Disamping itu, sebagian besar peralatan untuk menangkap ikan dan fasilitas pelabuhan lainnya hancur.

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...