Home / Berita / Nasional / Ngaku Diancam, Pembunuh Eno Akui Berbohong di Persidangan!

Ngaku Diancam, Pembunuh Eno Akui Berbohong di Persidangan!

Berikut ini isi surat pernyataan Rahmat Arifin (24) yang mengaku memberikan keterangan bohong.

Ngaku Diancam, Pembunuh Eno Akui Berbohong di Persidangan!

Rahmad Arifin merupakan salah satu tersangka pembunuhan dengan cangkul terhadap Enno Parihah (18). Ia mengakui telah memberikan keterangan palsu saat menjadi saksi pada persidangan tersangka lain, RAL (16). Hal itu diungkapkan Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto

“Dia menjelaskan kepada penyidik bahwa dia menyesal telah berbohong waktu di sidang‎” ungkap Budi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/6/2016).

Budi menjelaskan, Arifin nekat memberikan keterangan yang berbeda dengan Berita Acara Perkara (BAP) lantaran diintervensi oleh pihak RAL. Arifin diancam dan diiming-imingi akan dibantu keluar dari penjara jika bersedia meloloskan RAL dari jeratan hukum.

Didampingi pengacaranya, Arifin kemudian membuat surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6.000 di hadapan penyidik bahwa keterangan yang diberikan di dalam persidangan adalah bohong. Berikut surat pernyataan yang dibuat tersangka Rahmat Arifin:

Surat Pernyataan

Saya yang bertandatangan di bawah ini:
Nama: Rahmat Arifin
Tempat Tanggal Lahir: Raja Basa Baru 10-07-1992
Pekerjaan: Swasta
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Kewarganegaraan: Indonesia
Agama: Islam
Alamat: Mes Jatimulya Pergudangan 8 Kosambi Tangerang

Menyatakan bahwa dengan ini keterangan yang saya berikan di depan sidang pengadilan pada hari Rabu tanggal 8 Juni 2016 di Pengadilan Tangerang sebagai saksi untuk menjelaskan peranan rekan saya yang bernama RAL bukan keterangan yang sebenarnya karena saya berbohong dikarenakan:

1. Pada hari tanggal 25 Mei 2016, rekan saya RAL berbicara kepada saya dan Imam agar saya dan Imam membantu RAL dengan cara berbicara di depan sidang pengadilan bahwa yang melakukan pembunuhan terhadap Eno Farihah ialah saya Imam dan Dimas Tompel bukan bersama dengan RAL.

Kemudian saya juga dijanjikan oleh RAL kalau RAL bebas saya dijanjikan untuk dibantu. Selanjutnya bila saya tidak mengikuti RAL saya diancam oleh RAL akan dipukulin sama teman-temannya RAL kelak saya bebas.

Demikian surat pernyataan saya buat dengan sebenarnya tanpa unsur paksaan dari pihak manapun.

Jakarta, 8 Juni 2016

Yang memberi pernyataan,

Bermaterai

Rahmat Arifin

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...