Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Niloofar Rahmani, Pilot Pesawat Jet Tempur Cantik Pertama asal Afghanistan

Niloofar Rahmani, Pilot Pesawat Jet Tempur Cantik Pertama asal Afghanistan

pilot pertama

Kini dominasi pria mulai terkikis perlahan-lahan oleh kaum hawa di berbagai bidang. Di bidang dirgantara, khususnya pilot, kini mulai bermunculan pula perempuan. Satu diantaranya adalah Niloofar Rahmani.

Sosok yang satu ini namanya kini menjadi buah bibir dunia. Rahmani merupakan wanita cantik asal Afghanistan yang menjadi pilot.

Ketika usianya 21 tahun, dia berhasil mewujudkan mimpinya menjadi pilot pesawat jet tempur wanita pertama di negaranya.

Tekadnya menjadi pilot pesawat tempur memang menjadi cita-citanya untuk melawan stereotip gender kuno yang tumbuh di negara asalnya.

Ketika berusia 21 tahun, Rahmani tanpa rasa takut telah menerbangkan pesawat tempur Cessna 208 keluar masuk zona konflik. Makanya, atas dedikasi tersebut, dia diberi penghargaan “International Woman of Courage Award” dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, saat ini pilot Rahmani terpaksa bersembunyi karena militan Taliban Afghanistan mengancam akan menghabisinya. Ancaman itu juga ditujukan pada keluarga besarnya. Dia diancam dibunuh Taliban katena bekerja di bidang yang digeluti kaum pria.

”Saya benar-benar ingin berada di militer. Saya benar-benar ingin berada di Angkatan Udara. Tapi saya tidak bisa terus hidup seperti ini,” ujarnya kepada Wall Street Journal¸yang dilansir Jumat (7/8).

Mimpinya jadi pilot tempur juga ia ungkapkan di akun Twitter-nya. ”Saya melihat ini sebagai kesempatan untuk mengejar impian seumur hidup saya menjadi pilot, dan saya tidak perlu berpikir dua kali untuk mendaftar pada layanan ini,” demikian Tweet yang dia tulis pada tanggal 17 April 2015.

Menjadi pilot tempur ia impikan dan rintis sejak usia 18 tahun. Apa yang putuskan dapat dukungan penuh dari keluarganya, terutama sejak rezim Taliban yang memerintah Afghanistan tumbang pada 2001.

Selama pemerintahan Taliban berkuasa, adanya fatwa yang melarang perempuan belajar. Namun fatwa itu ditentang keluarga Rahmani. Makanya Rahmani pun memilih belajar di rumah keluarganya di Kabul.

Dikatakan oleh Rahmani bahwa ia selalu ingin menjadi pilot, dan bermimpi suatu hari dia akan terbang seperti burung dan memiliki sayap sendiri. Mimpi itu akan dia bagi dengan ayahnya, Abdoul Wakil, yang merindukan bisa bergabung dengan Angkatan Udara negaranya pada tahun 1980-an.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...