Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / NPL 0% BOPO Hampir 100%, Ini Kinerja Nobu Bank

NPL 0% BOPO Hampir 100%, Ini Kinerja Nobu Bank

Aktual Post – Sampai dengan kuartal I/2015 Nobu Bank memperoleh laba sebesar Rp 3,25 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp 0,76 miliar atau 30,52 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 2,49 miliar.  Peningkatan laba tersebut disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih semula kuartal I/2014 sebesar Rp 37,82 miliar, menjadi Rp 39,64 miliar pada kuartal I/2015.

NIM (Net Interest Margin) mengalami sedikit penurunan, semula 3,96 % pada kuartal I/2014, menjadi 3,08 % pada kuartal I/2015.

Dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan pada kuartal I/2015 sebesar Rp 4,62 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 1,27 triliun atau 37,91 % jika dibanding kuartal I/2014 sebesar Rp 3,35 triliun. Dana pihak ketiga masih didominasi oleh dana mahal yaitu deposito berjangka sebesar Rp 2,92 triliun, atau 63,20 % dari total dana keseluruhan pada kuartal I/2015.

Total Asset pada kuartal I/2015 mencapai Rp 6,06 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 1,5 triliun atau 32,89 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 4,56 triliun.

Fasilitas kredit yang diberikan mengalami peningkatan sebesar Rp 0,94 triliun atau 59,49 %, menjadi Rp 2,52 triliun pada kuartal I/2015, semula pada kuartal I/2014 sebesar Rp 1,58 triliun. Non Performing Loan (NPL) kredit yang diberikan masih terjaga sangat baik dimana NPL gross dan net tercatat nihil (Zero NPL).

Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan ratio kredit yang diberikan terhadap dana pihak ketiga yang berhasil dikumpulkan pada kuartal I/2014 sebesar 47,19 %, mengalami peningkatan menjadi 54,42 % pada kuartal I/2015.

Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau yang sering disebut CAR (Capital Adequacy Ratio) masih sangat terjaga dengan baik namun mengalami penurunan sebesar 22,57 % menjadi 43,29 % pada kuartal I/2015, sedangkan pada kuartal I/2014 sebesar 65,86 %.

Tingkat efisiensi kurang baik dilihat dari ratio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) hampir mencapai 100 % dan mengalami sedikit penurunan, dimana ratio BOPO  semula pada kuartal I/2014 sebesar 96,01 %, menjadi 96,67 % pada kuartal I/2015. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya tenaga kerja dan biaya lainnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...