Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Nyawa Atlet Judo Tak Tertolong Setelah Tanding di Ajang Porprov Bali

Nyawa Atlet Judo Tak Tertolong Setelah Tanding di Ajang Porprov Bali

atlet-judo-wayan-agus-widiantara-semasa-hidup_20150909_092311

Duka menyelimuti wajah sejumlah atlet asal Kabupaten Bangli setelah mengetahui kalau rekan mereka Wayan Agus Widiantara (27) dinyatakan meninggal dunia di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Buleleng, Bali, pada hari Selasa (8/9) silam.

Widiantara, tewas setelah melawan atlet asal Buleleng, I Gede Sandy Juniarta (26), dalam pertandingan Judo kelas 90-100 kilogram (kg) putra pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII di GOR Undiksha Singaraja.

Widiantara mengembuskan napas terakhir ketika perjalanan menuju RSUD Buleleng.

Sebenarnya di awal pertandingan normal-normal saja. Kedua atlet yang bertanding mengawalinya dengan Hajime (berjalan menuju arena pertandingan).

Pada detik ke-12, Juniarta berhasil membanting Widiantara dengan bantingan Kosi Guruma di sisi kiri arena. Wasit sendiri menganggap kalau bantingan ini tepat, dan Juniarta mendapatkan nilai Yuko.

Kemudian pertandingan berlanjut dengan Newaza (pergumulan di bawah). Juniarta yang posisinya ada di atas Widiantara tidak dapat kuncian, sehingga pergumulan terus berlanjut.

hingga sampai detik ke-21, wasit pun akhirnya menghentikan pergumulan itu karena terlalu lama.

Kemudian sang wasit meminta keduanya kembali ke tengah arena untuk melanjutkan pertandingan lagi. Tetapi ketika wasit Sudarmayasa menepuk bahu Widiantara yang tertelungkup di lantai arena, tidak ada reaksi dari pejudo berbadan bongsor itu.

Wasit pun kemudian membaringkan dengan posisi tengadah, Widiantara ternyata sudah tidak sadarkan diri. Kemudian Tim medis segera masuk ke arena dan memberikan oksigen serta mengecek detak jantung.

Dari hasil pengecekan tim medis, Widiantara memerlukan penanganan yang lebih intensif dan kemudian dibawa ke RSUD Buleleng.

Tetapi, tidak begitu lama dapat penanganan intensif di ruang UGD, nyawa Widiantara tidak dapat tertolong.

Sementara itu Dirut RSUD Buleleng, Gede Wiartana, mengungkapkan bahwa Widiantara saat masuk ke ruang UGD sudah dalam kondisi kehabisan napas.

Dilanjutkan oleh Wiartana, dirinya menduga kalau Widiantara meregang nyawa karena mengalami gagal napas setelah syaraf lehernya rusak ketika dibanting lawannya.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...