Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / OC Kaligis: Ada 89 Pengacara di lembaga saya, Gary cuma salah satunya

OC Kaligis: Ada 89 Pengacara di lembaga saya, Gary cuma salah satunya

Yagari Bhastara Guntur saat dibawa ke ruang pemeriksaan KPK
Yagari Bhastara Guntur saat dibawa ke ruang pemeriksaan KPK

Sebagai firma hukum  yang cukup terkenal, OC Kaligis & Associaties memiliki tim pengacara cukup banyak. Paling tidak, menurut OC selaku pimpinan dan pemilik law firm itu,  ada 89 pengacara yang bekerja di lembaganya. “Semua itu anak buah saya, tapi tak semuanya menganani kasus bersama-sama dalam tim. Ada yang menangani kasus secara perorangan,” katanya.

OC mengakui, Yagari Bhatari Guntur alias Gary  adalah salah satunya. Gary inilah yang ditangkap KPK saat melakukan transaksi uang bersama 3 hakim PTUN Medan dan seorang panitera di sebuah mall di Medan Kamis siang 9 Juli.  Setelah menjalani pemeriksaan awal di Medan, malam harinya  kelima tersangka telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Dari penggerebekan itu,  KPK menyita uang kontan USD 15 ribu dan 5 ribu dollar Singapura (SGD). Ini dia barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka.

Gary bergabung di  firma OC Kaligis sejak 2012. Ia memperoleh gelar sarjana hukum Universitas Trisakti dengan jurusan program hukum tata pemerintahan (negara). Melalui akun media sosial Linkedin, Gary mengaku masuk kuliah di FH Universitas Trisakti pada 2003 dan lulus pada 2010 dengan skripsi berjudul, “Peranan BPK dalam Mewujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara”.

Gary lulus ujian advokat yang diselenggarakan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) di Jakarta pada 2014 lalu. Sambil berpraktek sebagai pengacara, ia juga melanjutkan pendidikan S2 di  Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Di situs firma hukum OCK & Associates, Gary disebut sedang menempuh program master hukum di FH UGM. Dia juga tercatat sebagai associate yang menangani perkara-perkara baik litigasi maupun non litigasi.

“Keahliannya di firma berkaitan dengan pidana dan sengketa perdata, termasuk mencakup Hak Kekayaan Intelektual, kasus-kasus perbankan, serta masalah-masalah komersial dan perusahaan,” demikian penjelasan yang dikutip dari situs tersebut.

Dari situs hukum online disebutkan, beberapa klien yang dipegang oleh Gary selama di OCK, di antaranya, adalah kasus Sherny Kojongian (Bank Harapan Santosa), Arwin Rasyid dan Daniel James Rompas (Bank CIMB Niaga), Sumitro & Indiarti (PT Duniatex), Maher Algadri (PT Golden Spike Energy), PT Nirwana Lestari, PT Duta Abadi Primantara (King Koil Company, Inc.) Mrs. Mi Mie Jen, dan PT Kereta Api Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PERADI Thomas Tampubolon menyatakan berjanji akan menindak tegas advokat PERADI yang terbukti melakukan praktik suap. Ia menilai ini merupakan pukulan dan pelajaran bagi para advokat dalam menjalankan profesinya.

Thomas akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun advokat PERADI yang terbukti melakukan praktik haram tersebut. Namun, sampai saat ini, PERADI tetap menghormati asas praduga tidak bersalah. ***

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...