Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / OC Kaligis Pilih Ditembak Mati, Dari Pada Diperiksa KPK

OC Kaligis Pilih Ditembak Mati, Dari Pada Diperiksa KPK

OC Kaligis Pilih Ditembak Mati dari pada DIperiksa KPK

OC Kaligis rupanya lebih memilih ditembak mati dari pada harus diperiksa oleh KPK. Hal itu diungkapkan Alamsyah Hanafiah selaku kuasa hukum OC Kaligis di gedung KPK Jakarta, Selasa (28/7). Seperti yang diketahu jika pengacara yang memiliki nama lengkap Otto Cornelis Kaligis itu, dijadwalkan akan diperiksa KPK guna melengkapi BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

OC Kaligis yang tersangkut kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, sudah ditetapkan KPK menjadi tersangka. Hanya saja ayah dari artis Velove Vexia itu enggan diperiksa lembaga antirasuah tersebut, dengan mengirimkan sebuah surat. Dalam suratnya OC Kaligis menegaskan tidak akan hadir dalam pemeriksaan yang sudah dijadwalkan penyidik.

Dalam keterangan Alamsyah Hanafiah selaku kuasa hukum OC Kaligis di gedung KPK Jakarta, mengatakan jika intinya OC Kaligis tidak bersedia diperiksa hari ini untuk di-BAP. “Saya tolak, lebih baik saya ditembak mati kalau saya diperiksa hari ini katanya” ungkap Alamsyah Hanafiah, menirukan isi surat OC Kaligis.

Tidak hanya menolak pemeriksaan KPK, OC Kaligis juga mendesak penyidik merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke pengadilan. Dalam kesempatan yang sama, Alamsyah juga membantah jika OC Kaligis dinyatakan tidak kooperatif menjalani proses hukum yang dilakukan KPK Menurutnya, seorang tersangka tidak perlu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lain.

Berikut isi surat OC Kaligis yang diserahkan tim kuasa hukumnya ke KPK, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

Kepada komisioner KPK yang sangat saya hormati. Hari ini saya diperiksa lagi untuk di BAP. Saya tolak. Lebih baik saya ditembak mati oleh KPK. 27/7/2015. Periksa saya di sidang pengadilan. Bukan tersangka dulu baru jadi saksi. Saya tolak. Tensi saya hari ini jam 6.45 pagi 190/90 (sangat tinggi)”.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...