Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / OJK Melakukan Stress Test Untuk Perbankan Syariah di Posisi Rp15.000, Apa Hasilnya ?

OJK Melakukan Stress Test Untuk Perbankan Syariah di Posisi Rp15.000, Apa Hasilnya ?

Untuk menguji ketahanan perbankan syariah atas dampak pelemahan nilai tukar. Otoritas Jasa Keuangan tengah menyiapkan skenario stress test pada posisi Rp. 15.000. Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuagan Mulya Effendi Siregar mengatakan pihaknya telah melakukan skenario nilia tukar di posisi Rp. 14.000. Hasilnya, lanjut Mulya, kelompok perbankan di industri ini masih mampu menyerap risiko yang muncul.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuagan Mulya Effendi Siregar mengatakan di Jakarta “Sekarang kami sedang coba stress test ke Rp.15.000. Tapi hingga kini masih aman,” Ketahanan industri perbankan syariah tersebut, ujar Mulya disumbang posisi permodalan yang dinilai kuat. Selain itu, kalangan bank ini juga memiliki eksposur kecil terkait valuta asing, termasuk dalam pembiayaan. Mulya menambahkan “Mereka very limited di valas,”.

Sementara itu, data Statistik Perbankan Syariah (SPS) yang dipublikasikan OJK menunjukkan hingga Mei 2015, kalangan bank syariah mencatatkan rasio kecukupan modal sebesar 14,29%. Kemudian, kelompok bank ini juga tercatat telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp. 203,89 triliun atau naik 7,49% dari Rp. 189,69 triliun pada bulan yang sama tahun lalu. Secara komposisi, kalangan bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) tersebut memilih menyalurkan pembiayaan ke sektor jasa dunia usaha, SPS merinci sektor tersebut menempati 34,46% dari total penyaluran pembiayaan kalangan bank syariah.

Pada bulan Mei 2015, kalangan bank syariah terpantau kian gencar menyalurkan dana ke sektor pertanian, kehutanan, dan sarana pertanian yang tercatat naik 62% yoy menjadi Rp 7,22 triliun. “Kendati demikian, hingga Mei 2015, pembiayaan ke sektor jasa dunia usaha tercatat hanya tumbuh 1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp70,27 triliun.Mulya menyebutkan hingga kini posisi kenaikan pembiayaan bank syariah secara keseluruhan masih berkisar 7%-8%.

Penyaluran pembiayaan yang masih lambat, kata Mulya, disebabkan oleh dua bank syariah terbesar di Indonesia yang masih fokus melakukan konsolidasi. Selain itu, Mulya menyebutkan sektor perbankan syariah memiliki hubungan erat dengan sektor rill.

Akibatnya, jika sektor rill mengalami tekanan karena perlambatan ekonomi, kalangan bank syariah pun langsung merasakan dampak terusan dari kondisi tersebut. Namun, dia meyakini di sisa akhir tahun ini, dengan adanya government spending dan stimulus OJK, mampu menggerek pertumbuhan pembiayaan tersebut ke posisi 12%-13%.

Sampai dengan semester I tahun ini, ada dua BUS yang memiliki pangsa perbankan syariah terbesar. Per Juni 2015, PT Bank Syariah Mandiri mencatat nilai asset Rp. 66,95 triliun atau naik tipis dan Rp. 6,94 triliun di akhir tahun lalu. Menyusul PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. tercatat memiliki asset sebesar Rp55,85 triliun, terkoreksi 10,5% dari Rp 62,41 triliun pada akhir tahun lalu.

Sebelumnya Direktur Keuangan dan Strategi BSM Agus Dwi Handaya mengatakan perseroan memang mengutamkan konsolidasi bisnis. Menurutnya, BSM juga membidik kualitas asset pada akhir tahun nanti akan terjaga di posisi 5%. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan, tambah Agus, yakni dengan membentuk bagian khusus yang menangani pembiayaan bermasalah.

Selain itu, sebut Agus, BSM juga terus berupaya mempercepat proses lelang agunan pembiayaan bermasalah dan memakai jasa pengacara untuk menyelesaikan kasus pembiayaan bermasalah yang berat. Hingga akhir tahun nanti, perseroan menargetkan bakal menyelesaikan restrukturisasi pembiayaan bermasalah mencapai Rp400 miliar.

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman mengungkapkan tahun ini pihaknya merevisi target pertumbuhan pembiayaan sebesar 10%. Menurutnya, langkah tersebut diambil perusahaan sebagai proyeksi realistis atas situasi ekonomi yang tengah terjadi saat ini.
Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...