Home / Bisnis / Oknum Relationship Manager Bank Permata Nilep Uang Nasabah Rp 29 Miliar

Oknum Relationship Manager Bank Permata Nilep Uang Nasabah Rp 29 Miliar

Kasus pengelapan uang nasabah sebesar Rp 29 miliar yang telah ditangani oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri melibatkan karyawan Bank Permata berinisial SC.

Brigjen Victor Edison Simanjuntak selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menyebut manajemen Bank Permata tak pernah mencurigai adanya tindakan penipuan terhadap nasabahnya yang dilakukan karyawannya sendiri, pada saat itu SC yang menjabat sebagai relation manager di Bank Permata cabang Plaza Permata Thamrin

Menurut Victor tersangka SC telah memulai penipuan ini pada akhir tahun 2014, atau tepatnya pada bulan Oktober 2014. Dari hasil pemeriksaan awal diketahui SC baru pertama kali melakukan kejahatan perbankan ini.

Victor memastikan tersangka SC telah memakai uang hasil kejahatannya itu. diketahui telah membeli dua buah mobil seharga ratusan juta rupiah dari uang yang berhasil didapatnya hingga Rp 29 miliar itu.”Yang terlihat sudah ada dua mobil. Alphard, vios, ya mobil-mobil sejenis itu lah,” terang Victor.

Modus yang digunakan SC yakni dengan menawarkan deposito kepada nasabah dengan iming-iming bunga 10%. SC berhasil menjaring 17 nasabah dengan total uang yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 29 miliar.

Tindakan SC tercium setelah salah seoarang nasabah yang mau mencairkan dana depositonya pada Minggu (17/5) lalu, mendapati depositonya tidak terdaftar. Mendapat aduan dari nasabahnya, Bank Permata mencari dan menyelidiki pegawai yang melakukan tindakan tersebut. Maka diketahuilah SC sebagai dalang di balik penggelapan dana tersebut. Bank Permata langsung melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri minggu lalu.

Sebelum ditangkap oleh pihak kepolisian SC sempat kabur ke Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa daerah lainnya. tersangka SC yang berhasil ditangkap pada Sabtu 27 Juni 2015 di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu akan dikenakan dua pasal yakni tindak pidana perbankan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Ya selain TPPU, dikenakan juga tindak pidana perbankan dan pasalnya melihat mana yang diterapkan oleh penyidik nanti,” pungkas Victor.

PermataBank menegaskan komitmen dan keseriusan dalam menangani kasus integritas dan fraud yang terjadi. PermataBank merujuk pada kasus pegawai mereka berinisil SC yang ditangkap karena menilap dana deposito nasabah Rp 29 miliar.

“Pihak PermataBank telah melakukan penelusuran di internal terhadap permasalahan ini dan telah melakukan tindakan yang diperlukan,” jelas Executive Vice President-Head Corporate Affairs PermataBank, Leila Djafaar, Rabu (1/7/2015).

PermataBank, ujar Leila, sangat serius dalam menangani kasus integritas dan fraud yang terjadi, dan tidak akan segan melakukan semua tindakan yang diperlukan agar pelaku dapat ditangkap dan dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Keamanan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi akan senantiasa kami tingkatkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kami akan terus kembangkan sistem dan prosedur yang sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam perbankan,” katanya.

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...