Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Orang Dayak Peraih Penghargaan PBB, Ngaku Diancam!

Orang Dayak Peraih Penghargaan PBB, Ngaku Diancam!

“Ancamannya dilakukan tidak secara terbuka” ungkap Petrus Asuy, Senin (27/6/2016).

Petrus Asuy Dayak Penerima Penghargaan

Tokoh Dayak Benuaq peraih “Equator Prize” dari PBB, Petrus Asuy mengaku mendapat ancaman atas upaya perlindungan wilayah adatnya dari ekspansi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Namun ia mengatakan tidak tahu identitas orang-orang tersebut.

“Ancamannya dilakukan tidak secara terbuka pada Sabtu dini hari (25/6/2016), setelah Jumat (24/6/2016) saya tidak datang undangan mediasi dari Polsek. Saya dengar banyak suara langkah kaki di dekat pintu dapur. Tapi saya sempat melihat satu orang membawa kayu berlari setelah anjing saya menggonggong dan saya berteriak” ungkap Asuy, Senin (27/6/2016).

Asuy merasa heran dengan undangan mediasi terkait dengan persoalan lahan adat yang justru datang dari Polsek, bukan dari kecamatan. Karena itu untuk menghormati proses Inkuiri Komnas HAM terkait dengan persoalan wilayah adat Muara Tae, maka dirinya memutuskan tidak menghadiri undangan mediasi tersebut.

Sebelum kejadian ini bergulir atas nama Masyarakat Adat Muara Tae, Asuy mengatakan telah mengadukan pemerintah Kampung Muara Tae ke Menteri Desa yang salah satu isinya adalah penggelapan lahan masyarakat yang terjadi pada 11 November 2015 saat Kepala Kampung Muara Tae membuat berita acara verifikasi atas Pengelolaan Lahan Tanah Nomor 140/BAV/KPMT_KJ/11/2015.

“Kami sudah serahkan ribuan hektar lahan adat kami, apa salah kami pertahankan 4.000 hektar yang tersisa. Dengan yang tersisa ini saja sudah sulit berkebun, sudah saling ribut untuk berkebun” katanya, seperti yang dilansir Antara.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...