Home / Berita / Nasional / Ospek Mahasiswa dilarang Perploncoan, Kalau Ada Maka Rektor dan Mahasiswa Senior Akan diberi Sanksi

Ospek Mahasiswa dilarang Perploncoan, Kalau Ada Maka Rektor dan Mahasiswa Senior Akan diberi Sanksi

plonco

Tahun ajaran baru buat Mahasiswa tidak lama lagi. Biasanya kalau mahasiswa baru masuk kampus, akan terlebih dahulu diberikan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek). Nah, terkadang di dalam Ospek, dilakukan yang namanya perploncoan.

Mengenai hal ini, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir menyatakan bahwa perploncoan saat Ospek bagi mahasiswa baru dilarang terjadi di perguruan tinggi.

Ditambahkan olehnya, sifat Ospek harus dengan bentuk perkenalan kegiatan yang ada di lingkungan kampus, bukan melakukan tindakan perploncoan yang jauh dari tujuan pendidikan.

Pelarangan tentang perploncoan ini pun diakui Menteri sudah disampaikan kepada seluruh rektor perguruan tinggi di Indonesia, baik itu perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Bahkan untuk lebih mempertegas kegiatan Ospek di lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, pihaknya telah memberikan buku panduan pedoman Ospek yang telah disebar ke semua kampus di Indonesia.

“Di perguruan tinggi (perploncoan) itu sudah lama kita tahu dan akan kita benahi. Ospek itu hanya untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan di kampus, bukan melakukan perploncoan, itu sudah dilarang. Ini sudah ada buku panduannya untuk melakukan pedoman Ospek yang sudah kami sebarkan pada bulan Juni dan sudah terkoordinasi kepada seluruh rektor perguruan tinggi di Indonesia,” ungkap Nasir, saat inspeksi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur mandiri Universitas Diponegoro (Undip) di SMKN 29, Jalan Prof Joko Sutono SH No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kalau perploncoan itu terjadi, Menteri Nasir menegaskan bahwa mahasiswa senior dan rektor terancam dikenakan sanksi. Bagi mahasiswa senior yang melakukan perploncoan kepada mahasiswa baru, akan dikenakan sanksi berupa sanksi akademik, peringatan akademik hingga pemutusan studi, tergantung tindak perploncoan tersebut.

“Kalau sampai tindakan Ospek itu kriminal, maka bisa-bisa diberikan sanksi dikeluarkan dari universitas tersebut (pemutusan studi),” imbuhnya.

Sementara secara institusi, pihaknya akan memanggil rektor untuk dilakukan evaluasi pelanggaran secara indisipliner. Dijelaskan oleh Nasir, pelanggaran indisipliner dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk mengecek pelanggaran yang terjadi.

“Kalau perploncoan terbukti, maka kami akan berikan sanksi ke rektor. Kalau sudah ada sanksi indisipliner, itu berbahaya bagi rektor tersebut,” terangnya.

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...