Home / Headline / PAN Lontarkan Kritik, Sejumlah Menteri di Pemerintahan Jokowi-JK Tidak Solid

PAN Lontarkan Kritik, Sejumlah Menteri di Pemerintahan Jokowi-JK Tidak Solid

jokowi jk

 

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) mengkritik sejumlah menteri di Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) tidak solid. Hal tersebut disampaikan menyoal kinerja pemerintah selama setahun belakangan.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengungkapkan, sejumlah masalah terkait ekonomi, politik, olahraga, dan hukum perlu diperbaiki di tahun yang akan datang.

Pertama, soal kemiskinan dan pengangguran terus meningkat tidak lain karena pertumbuhan ekonomi terpukul oleh gejolak eksternal, terutama isu peningkatan suku bunga the Fed dan penurunan pertumbuhan ekonomi China. Karena perekonomian nasional rentan terhadap gejolak eksternal tersebut, maka nilai tukar merosot terus hingga 14 ribu pada akhir tahun 2015 ini.

Disamping itu, kebijakan fiskal tahun 2015 ini adalah sejarah yang memperihatinkan jika tidak hendak dikatakan terburuk dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Kemudian Kedua, PAN menilai kebijakan deregulasi dan debirokratisasi merupakan salah satu langkah kebijakan pemerintah yang terlambat.

Berikutnya, Ketiga, PAN berpendapat pemerintah seharusnya dapat bekerja lebih baik untuk mengatasi masalah transportasi baik dijalan-jalan, pelabuhan, bandara, kereta api, bus. “pembangunan infrastruktur 2016 mendatang harus menjadi prioritas dengan meningkatkan alokasi tambahan dari efisiensi pada pos-pos anggaran tidak rasional,” tutur Bara.

Keempat, selama tahun 2015, PAN menilai kabinet kerja tidak menunjukkan soliditas yang merupakan prasyarat bagi kinerja pemerintahan yang efektif. kita menyaksikan berbagai perselisihan internal dan perdebatan eksternal antar beberapa menteri. ini semua menimbulkan ketidakpastian dan kegaduhan di publik yang tidak perlu.

“Untuk itu, mulai tahun 2016, PAN menyerukan agar soliditas kabinet ditingkatkan,” jelas Bara di kantor DPP PAN, Senopati Jakarta, Selasa (29/12).

Ditambahkan pula oleh Bara, kinerja kabinet secara keseluruhan belum optimal. Untuk itu, ke depan menteri-menteri harus fokus pada subtansi permasalahan yang menyangkut pelaksanaan program di kementeriannya masing-masing.

 

Baca Juga

Kisah Katana Maut Warisan Sayuto, Jagal Tentara Jepang di Semarang

Semarang – Suasana mencekam dan penuh darah pertempuran 5 hari di Semarang masih teringat jelas ...