Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Panglima TNI: ‘Neoliberalisme Lebih Bahaya dari PKI’

Panglima TNI: ‘Neoliberalisme Lebih Bahaya dari PKI’

“PKI berbahaya, tapi yang lebih berbahaya neoliberalisme” ungkap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo bersama Wakapolri Komjen Badrodin Haiti memberikan keterangan di Mapolda Kepri, Selasa (23/9). Wakapolri dan KSAD  memberikan keterangan terkait penem,bakan anggota TNI yonif 134. Dengan adanya insiden tersebut TNI dan Polri membentuk Tim gabungan. F-Cecep Mulyana/Batam Pos

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ancaman paham neoliberalisme pada Pancasila bisa melebihi ancaman komunisme melalui bangkitnya Partai Komunis Indonesia pasalnya PKI telah diantisipasi lewat TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

“Saya ingatkan kebangkitan PKI bukan hanya dilihat di permukaan, tapi di bawah permukaan. PKI berbahaya, tapi yang lebih berbahaya neoliberalisme” ungkap Jenderal Gatot Nurmantyo, belum lama ini.

Gatot mencontohkan neoliberalisme yang mulai menyebar secara luas di Benua Eropa seperti Belanda, Denmark dan Prancis yang menyebabkan gereja-gereja mulai kosong. Namun bukan karena pindah agama, sebagai akibatnya rumah ibadah tersebut banyak yang dijual karena tidak ada jemaatnya.

“Dengan adanya proses ini, lama-lama orang jadi ateis akibatnya makin terbukalah dengan ideologi lainnya, masuk ke Indonesia yang bisa berbahaya seperti individualisme anarkisme bahkan komunis. Maka dari itu kita harus waspada” tambah Gatot.

Hal ini menurutnya, terjadi juga di Indonesia dengan menjamurnya tempat belanja modern yang menggantikan pasar tradisional karena sesungguhnya itu merupakan tempat merekatkan persaudaraan masyarakat Indonesia yang dilandasi dengan jiwa gotong royong.

“Pancasila kalau diperas jadi gotong royong. Gotong royong akan dihilangkan dengan menghilangkan publik area. Maka Presiden katakan hidupkan kembali pasar tradisional” ujar Gatot.

Lebih lanjut Gatot menuturkan untuk menangani isu kebangkitan PKI, tidak harus selalu dilihat secara fisik. Misalnya dengan menghakimi tanpa proses hukum pihak yang dianggap menghidupkan kembali PKI karena menggunakan atribut-atribut berbau komunis.

“Cari misalnya kalau ada yang pakai kaus, dekati. Belinya di mana, bikinnya di mana lalu ditelusuri dengan mendatangi toko yang menjual atribut-atribut tersebut dan mencari tahu siapa saja yang memesan. Kita bekerja di bawah, di mana otaknya” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...