Home / Berita / Nasional / Pansel Akan Dorong Perempuan Jadi Capim KPK

Pansel Akan Dorong Perempuan Jadi Capim KPK

tim-pansel-kpk-nih2_20150525_160749

Sembilan Pansel KPK hari Senin (25/5) telah berdialog dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Satu hal yang mengemuka adalah harapannya agar nanti ada perempuan yang duduk di pimpinan KPK. Sebab selama ini KPK selalu diisi oleh lelaki.

“(Peluangnya) Besar, mestinya besar. Sekarang tinggal kita bagaimana bisa mendorong mereka untuk daftar,” tutur Destry di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jubir Pansel Betti S Alisjahbana. Menurutnya, pimpinan KPK yang memiliki beragam latar belakang akan membuat KPK lebih baik. Beragam bisa dilihat dari kompetensi dan juga dari gender.

“Kalau menurut kami, pimpinan KPK yang beragam tentu akan sangat baik. Beragam itu baik dari segi kompetensinya maupun gendernya,” katanya.

Walaupun demikian, sambung Betti, tidak harus semua capim adalah perempuan. Pansel mengusahakan minimal ada satu perempuan.

“Kita usahakan paling tidak ada satu yang perempuan. Meskipun kami tidak akan mengorbankan kriteria,” imbuhnya.

Rencananya, Pansel KPK akan menggelar rapat rutin di Kantor Kementerian Sekretariat Negara. Besok (26/5) pagi pun mereka akan melakukan pertemuan.

Selain membuka pendaftaran, Pansel KPK pun akan menjemput bola untuk merekrut calon pimpinan KPK.

“Kami akan proaktif akan mengidentifikasi tokoh-tokoh yang antikorupsi yang memenuhi kriteria, dan kami akan melakukan pendekatan dan mempengaruhi agar beliau mau mendaftar,” ujar Jubir Pansel Betti

Upaya jemput bola, lanjut Betti, merupakan inisiatif pansel KPK. Meski begitu, yang bersangkutan juga tetap harus mengikuti seleksi yang digelar.

Untuk itu, Betti meminta, kalau melihat ada kandidat yang bagus, silahkan dirayu, didorong dan sentuh hatinya agar mau berkiprah di KPK.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...