Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Pansel Calon Pimpinan KPK, Presiden diminta Waspada

Pansel Calon Pimpinan KPK, Presiden diminta Waspada

logo-icw-2

Tidak berapa lama lagi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengakhiri masa kerjanya. Untuk mendapatkan pimpinan KPK yang baru, maka akan dibentuk Panitia Seleksi (Pansel).

Terkait dengan hal itu, Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho meminta agar Presiden Joko Widodo waspada adanya orang-orang dengan konflik kepentingan yang menyusup menjadi anggota panitia seleksi calon pimpinan KPK.

Jika tidak, lanjutnya, maka potensi pelemahan KPK akan semakin besar.

Pansel KPK ke depan, menurut Emerson lewat siaran pers, akan mudah disusupi oleh orang-orang titipan partai, pihak yang tengah dibidik KPK atau pihak-pihak yang ingin KPK dilemahkan, bahkan dibubarkan.

Emerson juga mengatakan, Jokowi tidak boleh melibatkan unsur partai politik dan afiliasi dengan parpol. Di samping itu, waspada dengan akademisi yang menjadi pembela atau ahli bagi pihak-pihak yang tidak pro terhadap KPK.

“Dukungan Presiden Jokowi terhadap KPK dan menghindari pelemahan KPK harus dimulai dari pemilihan yang ketat para calon anggota pansel KPK,” jelas Emerson.

Anggota pansel calon pimpinan KPK juga harus diseleksi rekam jejaknya oleh KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Emerson memberikan syarat agar anggota pansel yang ditunjuk harus berintegritas, independen dan bukan dari parpol, dan tidak memiliki konflik kepentingan dengan KPK.

Disamping itu, tidak pernah punya masalah dimasa lalu, misalnya jadi tersangka korupsi, dan punya komitmen antikorupsi.

“Jika ketua atau anggota pansel bermasalah, dapat dipastikan calon pimpinan KPK yang dihasilkan dan diserahkan ke DPR nanti mayoritas figur bermasalah,” tutur Emerson.

Seperti dalam siaran pers sebelumnya, Emerson Yuntho menilai, Menteri Sekretariat Negara Pratikno sesuai untuk mengisi posisi ketua panitia seleksi.

Hal ini, katanya, untuk menghindari politisasi dalam proses seleksi capim KPK

Permintaan ICW langsung dilayanglan kepada Presiden Joko Widodo melalui surat tertanggal 21 April 2015. Emerson beralasan kalau Pratikno merupakan figur yang berintegritas dan bukan dari unsur partai politik.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...