Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Pansel KPK: Delapan Nama Sudah Dipilih, Si Tersangka Tidak Masuk

Pansel KPK: Delapan Nama Sudah Dipilih, Si Tersangka Tidak Masuk

Panitia Seleksi KPK
Panitia Seleksi KPK

Panitia seleksi calon pimpinan KPK sudah merampungkan penilaian hasil seleksi wawancara 19 calon pimpinan KPK. Pansel yang dipimpin Destry Damayanti itu sudah memilih delapan nama calon pimpinan lembaga antirasuah. Nama-nama tersebut akan diserahkan pada Presiden Joko Widodo.

“Pansel pada hari ini sudah menyepakati delapan nama yang akan disampaikan pada Presiden. Kami lapor presiden dulu,” ujar Juru Bicara Pansel KPK Betti Alisjahbana di kantor Setneg, Jakarta, Jumat (28/8). Menurut Betti, dari delapan nama itu, tidak ada nama tersangka yang sudah ditetapkan Bareskrim Polri. Ia memastikan, delapan nama itu bersih dari rekam jejak buruk karena lolos dari diseleksi Bareskrim dan siap disampaikan pada presiden.

Betti enggan merinci latar belakang dan identitas nama-nama tersebut. “Tunggu kami lapor presiden dulu. Tunggu saja,” tegas Betti. Setelah mendapatkan nama-nama tersebut, presiden akan menyampaikan pada DPR. Di tahapan itu, para capim akan mengikuti fit and proper test.

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi berstatus tersangka dipastikan dicoret dari tahapan seleksi. Selain dicoret, sang calon juga harus bersiap-siap menghadapi proses hukum di Bareskrim Polri.

“Ya, pasti (gugur) dong. Harus, kalau itu tersangka ya tidak kami ambil,” kata anggota pansel capim KPK Yenti Ganarsih sebelum bertemu Kabareskrim Komjen Budi Waseso di Bareskrim Polri, Jumat (28/8).  “Jangan kan calon, komisioner (KPK) saja berhenti (kalau tersangka),” timpal Yenti.

Menurut dia, Undang-undang KPK menyatakan bahwa seorang komisioner yang berstatus tersangka harus berhenti. Daripada nanti ketika sudah menjadi calon kemudian dijadikan tersangka, maka pansel lebih dulu akan mencoret sang calon.

“Kan gitu, bagaimana nanti kalau sudah jadi tersangka, tambah heboh. Ya sudah, hebohnya sekarang saja,” katanya.

Namun, lagi-lagi Yenti tutup mulut soal siapa capim yang menyandang status tersangka sejak dua hari lalu itu. Dia menegaskan, pansel tak akan mengumumkan siapa nama capim tersangka itu.

“Kami tidak. Bukan ranah kami,” katanya. Menurut dia, kewajiban pansel hanya minta Polri melakukan penelusuran. Kemudian, dalam surat pernyataan dibuat perjanjian jika hasil penelusuran hanya untuk pansel. “Cuma untuk kepentingan diloloskan atau tidak diloloskan,” katanya.

Sebelumnya, Buwas juga tak mau membuka siapa nama capim tersangka itu. Buwas beralasan, itu kewenangan pansel. “Beliau-beliau (pansel) sudah paham,” tegasnya, Jumat (28/8) siang.

Yenti pun membantah pansel dan Bareskrim saling melempar kewenangan untuk mengumumkan nama tersangka. “Oh tidak. Makanya saya dorong, Pak Kabar (Buwas, red) tolong dong jangan kami yang harus mengumumkan,” katanya.

“Kami tidak akan pernah mengumumkan, bukan kewenangan bagi kami. Bagi kami, kalau itu sudah tersangka ya sudah tidak kami pilih.” – jpn/tri

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...