Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Politik / Pasca Soeharto, Tidak Ada Tokoh Sentral Yang Bisa Satukan Partai Golkar

Pasca Soeharto, Tidak Ada Tokoh Sentral Yang Bisa Satukan Partai Golkar

_partai-golkar

 

Dalam setahun terakhir ini, iklim politik nasional diwarnai kisruh internal partai-partai paling senior seperti Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Adanya dualisme kepemimpinan dan perebutan kekuasaan jadi penyebab pecahnya dua partai itu.

Aburizal Bakrie dikukuhkan sebagai ketua umum dari hasil musyawarah nasional (munas) di Bali. Sedangkan Agung Laksono didaulat sebagai ketua umum hasil munas di Ancol, Jakarta.

Perseteruan dan konflik dalam tubuh partai pun sempat dikhawatirkan bakal melahirkan partai baru. Sejarah partai politik Indonesia mencatat, Golkar sudah melahirkan empat partai baru di antaranya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Nasional Demokrasi (NasDem). Perlu diakui, perpecahan Partai Golkar yang berujung lahirnya partai baru justru muncul setelah Soeharto tak lagi berkuasa.

Nah, bukan rahasia, kalau Soeharto adalah tokoh sentral dalam sejarah perjalanan politik Partai Golkar. Hingga detik ini sepertinya belum ada yang menggantikan posisinya. Ketiadaan sosok sentral disinyalir sebagai penyebab mudahnya sebuah partai mengalami perpecahan internal. Tidak terkecuali menimpa partai senior di republik ini, Partai Golkar.

“Tidak punya tokoh sentral makanya bisa digoyah, berbeda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kan ada Megawati Soekarnoputri, Partai Gerindra ada Prabowo Subianto, Partai Demokrat ada susilo Bambang Yudhoyono, dan Partai Hanura ada Wiranto,” kata Juru bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendro Satrio dalam acara Peluncuran Survei Calon Ketua Umum Golkar di Resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Kamis (3/3).

Walau mengalami sejumlah perpecahan yang berujung keluarnya tokoh senior partai dan mendirikan partai baru, keberadaan Golkar dalam kancah perpolitikan nasional tetap kuat.

“Saya mengatakan Golkar itu partai paling dewasa dari yang lain,” jelas Hendro.

Kuatnya sosok Soeharto sebagai tokoh sentral di dalam tubuh Partai Golkar dapat terlihat dari ritual kader Golkar yang masih mendatangi makamnya di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Pemandangan ini sama dengan orang-orang melakukan ziarah ke makam leluhurnya atau guru spiritual mereka.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ini-isi-puisi-fadli-zon-untuk-dua-tahun-pemerintahan-jokowi-jk

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...