Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / PDI-P : Keputusan MK Sahkan Calon Tunggal, Berikan Rasa Keadilan

PDI-P : Keputusan MK Sahkan Calon Tunggal, Berikan Rasa Keadilan

PDIP puji MK

Seperti diketahui hari Selasa (29/9) kemarin Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan dengan membolehkan calon tunggal pasangan kepala daerah mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2015. Keluarnya keputusan itu diapresiasi berbagai pihak termasuk dari PDI-P.

“Keputusan MK yang membolehkan calon tunggal pasangan calon kepala daerah ikut pilkada patut diapresiasi semua pihak karena keputusan itu memberikan rasa keadilan bagi setiap warga negara,” ungkap Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto di Kendari, Rabu (30/09).

Ditambahkan olehnya, keputusan MK membolehkan calon tunggal pasangan calon kepala daerah ikut pilkada serentak sejalan dengan amanah Undang-undang Dasar 1945 yang menjadi konstitusi negara.

Di dalam pasal undang-undang itu, kata Hasto, jelas disebutkan bawah setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

“Nah, sebagai warga negara yang berhak untuk dipilih sesuai dengan amanah konstitusi, maka calon tunggal kepala daerah tidak boleh dihalangi haknya hanya karena ada warga lain yang tidak mau menggunakan haknya untuk dipilih dalam pilkada,” jelasnya.

Hasto juga melanjutkan, menjadi calon tunggal kepala daerah bukanlah keinginan dari pasangan calon kepala daerah bersangkutan.

Calon tunggal kepala daerah terjadi dikarenakan ada warga negara yang tidak mau menggunakan haknya mengikuti pilkada sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sejauh calon kepala daerah memenuhi syarat ketentuan undang-undang untuk mengikuti pilkada, negara berkewajiban mengakomodir hak warga negara tersebut,” imbuhnya.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...