Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Pegiat HAM dan Netizen Satu Suara : Segera Tindak, Pemilik Akun yang Menebar Kebencian Pada Etnis Tionghoa

Pegiat HAM dan Netizen Satu Suara : Segera Tindak, Pemilik Akun yang Menebar Kebencian Pada Etnis Tionghoa

konferensi-pers-sikap-netizen-atas-penyebaran-kebencian-rasial_20150827_083438

Sejatinya media sosial seperti facebook, Twitter, path, Instagram, dan lainnya dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Namun memang tak bisa dipungkiri, ada pihak-pihak yang justru sebaliknya, pakai medsos untuk hal negatif.

Sejumlah pegiat HAM dan dunia maya mendesak pemerintah melakukan tindakan tegas terhadap para penebar kebencian yang disampaikan melalui dunia maya termasuk di dalamnya media sosial, seperti. Sebab pesan yang disampaikan tersebut dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang telah dibangun puluhan tahun.

Mereka coba teriak karena ada kasus terakhir yang ditemukan dimana pesan kebencian yang disampaikan kepada etnis Tionghoa melalui media Facebook atas nama akun Arif Kusnandar. Pesan itu pertama kali dipublikasikan pada 22 Agustus 2015, kemudian mendapat kecaman keras netizen karena isinya menyalahkan warga Tionghoa yang ada di Indonesia atas terpuruknya ekonomi sekarang ini.

“Jika dolar tembus 15 ribu. Tanda tragedi 98 akan terjadi. Siap-siap berburu **** Cina Ke***at, sejarah akan berulang lagi. Jangan kecolongan kayak Mei 98. Jaga bandara dan garis pantai karena para Cina ke***at akan kabur lewat pintu itu. Jika saat itu datang dan ratakan daerah Pluit, daerah kediaman Ahok dan balaskan dendam kesumat kalian. Kita sembelih antek PKI di jalan-jalan,” demikian isi tulisan yang tersebar di dunia maya tersebut.

Menurut mantan Komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani, tulisan itu sudah sangat jelas bertujuan untuk menebarkan kebencian. Tanpa memiliki dasar, Kelompok minoritas dijadikan kambing hitam atas kondisi yang terjadi.

“Yang memprihatinkan adalah apa yang dituliskan mengajak semua orang untuk mengulang kejadian 1998 yang kelam,” katanya dalam konferensi pers Sikap Netizen atas Penyebaran Kebencian Rasial, Diskriminasi, dan Radikalisadi di Internet, di Cikini, Jakarta, Rabu, (26/8) kemarin.

Ditambahkan olehnya, penyebar kebencian yang berbau SARA sudah sering kali terjadi. Bukan hanya dilakukan oleh akun Arif Kusnandar melainkan media-media lain di internet.

Sedangkan Nia Sjarifudin dari Aliansi Bhinneka tunggal Ika mengutarakan kalau para penyebar kebencian atau “Hate Speech” yang di dalamnya terdapat isu rasial, diskriminasi dan radikalisme mesti segera ditindak. Jika dibiarkan bangsa Indonesia yang dibangun di atas keberagaman akan hancur.

“Jika dibiarkan akan semakin kronis dan membuat hancur. Perbedaan yang telah kita bangun puluhan tahun lalu akan rusak,” imbuhnya.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...