Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Pelaksanaan Muktamar NU Kacau Balau, Kiai Tasawuf Ini Sedih

Pelaksanaan Muktamar NU Kacau Balau, Kiai Tasawuf Ini Sedih

hFK0e9tEp1

Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang, Jawa Timur, telah usai. Tetapi tak bisa dipungkiri kalau forum tertinggi organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia itu masih menyisakan setumpuk masalah. Seperti munculnya dua kubu yang mendukung dan menolak muktamar, mengemukanya tuduhan pelanggaran mekanisme forum persidangan, pembentukan rais aam, gratifikasi, hingga dan politik uang.

Melihat hal demikian, KH Afifuddin Muhajir, salah seorang kiai tasawuf yang sedih melihat pelaksanaan muktamar, melontarkan sindiran.

“Saya hanya ingin menyampaikan pepatah Arab yang mengatakan orang yang tidak memiliki sesuatu tidak mungkin memberikan sesuatu,” ujar Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Asembagus, Kabupaten Situbondo, itu.

Pernyataan tersebut ia disampaikan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, beberapa waktu lalu dalam forum lintas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama yang menolak hasil Muktamar NU ke-33.

“Orang yang tidak punya uang tidak mungkin bisa memberikan uang. Orang yang tidak punya ilmu tak mungkin memberikan ilmu. Seseorang yang tidak baik tidak mungkin memperbaiki orang. Seseorang yang tidak jujur tidak mungkin membuat orang lain jujur,” jelas ulama ahli ushul fiqih tersebut.

Makna yang terkandung dalam pernyataan itu sendiri seolah menyindir kelompok-kelompok yang diduga bermain curang dalam muktamar, termasuk timbulnya dugaan praktek politik uang.

“Selama ini NU dianggap sebagai pengawal moral, benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkinkah muktamar seperti ini memberikan produk yang bisa memperbaiki moral masyarakat yang tidak baik?” kata Afif.

Ia juga menyindir tema Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia yang diusung panitia muktamar. Menurutnya, tak mungkin seseorang yang dirinya tidak beradab bisa membuat membuat negara jadi beradab.

“Produk muktamar yang tidak mungkin memperbaiki kondisi dan situasi, baik negara maupun dunia, tak perlu diakui,” akunya.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...