Home / Berita / Ibu Kota / Pelaku Menghabisi Sekretaris Cantik XL Sudah Direncanakan?

Pelaku Menghabisi Sekretaris Cantik XL Sudah Direncanakan?

hayriantira-alias-rian-xl-axiata_20150806_090536

Sekretaris cantik direksi XL, Hairiyantira alias Rian (37), dilaporkan hilang sejak November 2014. Hari Rabu akhirnya terungkap ternyata perempuan itu menjadi korban pembunuhan. Ia dibunuh oleh teman dekatnya  Andy Wahyudi (38).

AW menghilangkan jejak pembunuhan Rian terbilang cukup rapi. Bayangkan saja, jenazah Rian tak kunjung dikenali sampai 8 bulan. Apakah tindakan keji itu sudah direncanakan lama?

AW membunuh Rian sekitar akhir Oktober 2014 lalu di hotel Cipaganti, Cipanas, Garut, Jawa Barat. Keduanya menginap bersama setelah mencari jaket kulit. Dipicu oleh permasalahan kejantanan, Andy pun menghabisi nyawa ibu dua anak tersebut.

Berdasarkan keterangan polisi, AW membunuh Rian dengan cara membekapnya lalu menaruh jenazah di bak mandi air panas. Tubuh Rian kulitnya sampai terkelupas karena air panas tadi.

Setelah membunuh, Andy kemudian melucuti pakaian Rian hingga tanpa busana. Semua identitas Rian dibawa, termasuk ponselnya. Tak ada apa-apa di kamar hotel yang bisa merujuk siapa wanita yang tewas di hotel tersebut. Polisi akhirnya membawa Rian ke rumah sakit untuk diautopsi dan diperiksa sidik jari.

hasil-print-cctv-kedatangan-pelaku-pembunuhan-di-hotel-cipaganti_20150806_120050

Masih berdasarkan informasi polisi, tak ada petunjuk di resepsionis hotel. Mereka membooking kamar tanpa meninggalkan identitas. Ada sebuah rekaman CCTV yang sempat memperlihatkan mobil yang dikendarai keduanya, yakni Honda Mobilio B 1277 EOA.

Tetapi setelah pembunuhan, AW rupanya mengganti pelat nomornya dengan pelat asal Banten. Entah dari mana pelat nomor palsu tersebut, namun berhasil menyulitkan upaya penelusuran polisi.

“Pas diambil di CCTV hotel, pelat nomernya berpelat A. Padahal pelat asliya kan B,” ujar Kapolres Garut AKBP Arief Rachman seperti dilansir sebuah media online

“Kita cek pelat nomor itu memang tidak terdaftar,” tambahnya.

Setelah itu, polisi fokus untuk mengidentifikasi mayat. Lewat database sidik jari, polisi berusaha menelusuri mayat misterius tersebut, namun tak berhasil. Dari hasil autopsi, muncul kesimpulan sementara bahwa Rian tewas karena kehabisan nafas dan kekerasan. Tak kunjung mendapat informasi jelas, jenazah Rian akhirnya dimakamkan.

“Kita makamkan di pemakaman dekat rumah sakit bersama jenazah yang tidak dikenali lainnya. Sesuai SOP,” ujar Arief.

Dengan semua aksi yang dilakukan AW dengan menutupi jejak seperti di atas, apakah mungkin pembunuhan ini sudah direncanakan sebelumnya? AKBP Arief belum mau berspekulasi.

“Soal pembunuhan berencana itu belum bisa dipastikan. Kita harus melakukan penyelidikan dulu. Nanti kita kerja sama dengan Polda Metro Jaya,” imbuhnya.

Untuk kasus Rian ini memunculkan dua masalah bagi AW. Pertama, pembunuhan yang terjadi pada 31 Oktober lalu. Kedua, mengenai kasus pemalsuan tanda tangan Rian untuk mengambil BPKB di showroom mobil.

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...