Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bola / Pelatih Timnas Inggris : Posisi ini Nyaris Membunuh Saya

Pelatih Timnas Inggris : Posisi ini Nyaris Membunuh Saya

during the Sky Bet Championship match between Derby County and Reading at iPro Stadium on May 2, 2015 in Derby, England.

Tidak mudah memang untuk melatih sebuah klub ataupun timnas sebuah negara. Publik telah menaruh besar agar sang pelatih mempersembahkan hasil terbaik bagi timnya. Kalau sang pelatih tidak kuat dengan adanya tekanan, maka kadangkala dilanda stress. Apalagi kalau tim itu gagal, maka bayang-bayang pemecatan ada dibenaknya.

Pelatih timnas Inggris, Steve McClaren menceritakan bagaimana pusingnya ia terlalu muda untuk mengatasi berbagai tekanan di timnas Inggris.

Seperti diketahui, McClaren didaulat menukangi tim Inggris menggantikan peran Sven-Göran Eriksson tahun 2006 atau tepatnya setelah Inggris tersingkir di fase perempatfinal Piala Dunia.

Kariernya bersama Inggris memang tak berjalan manis. Catatan kepelatihannya bahkan terbilang lebih buruk ketimbang Eriksson.

McClaren tidak berhasil membawa The Three Lions mentas di EURO 2008 setelah dikalahkan Kroasia dengan skor akhir 2-3.

Akibatnya, McClaren mendapat sasaran kritik bahkan “amukan” masyarakat di Negeri Ratu Elizabeth dan para pecinta Timnas Inggris di seluruh dunia. Dengan kondisi demikian, McClaren angkat suara bahwa kegagalannya kala itu lantaran faktor usia.

Ketika dipercaya melatih tim yang dipenuhi para pemain bintang, McClaren masih berusia 45 tahun. Di usia tersebut, McClaren menambahkan, sulit berurusan dengan tekanan dan harapan yang berada di pundaknya.

“Pekerjaan menjadi pelatih Inggris tidak membunuh saya, tetapi nyaris! So ini membuat saya lebih kuat. Saya pikir pergi keluar negeri dengan liga yang berbeda, tidak terlalu menyulitkan. Mungkin saya terlalu muda saat itu untuk Inggris, sehingga saya angkat tangan (menyerah),” ungkap McClaren, seperti dilansir Sportsmole, Sabtu (8/8).

Inggris, katanya lebih lanjut, sangat sulit untuk dideskripsikan. Ada 90 ribu orang, seluruh masyarakat yang menyaksikan lewat layar kaca, dan berada di bahu Anda, serta menyimpan berbagai harapan. Saat itu tidak ada tekanan yang lebih besar selain menjadi pelatih Inggris.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

berita-terkini-aff-2016-boaz-tinggalkan-pelatnas-timnas-kenapa

Berita Terkini AFF 2016: Boaz Tinggalkan Pelatnas Timnas, Kenapa?

“Boaz memang pulang ke Jayapura, karena ada pernikahanan keluarganya” kata Alfred Rield kepada wartawan. Seperti ...