Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Pembunuh Eno dengan Cangkul Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya!

Pembunuh Eno dengan Cangkul Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya!

Karena masih anak-anak, RAL (15) pembunuh Eno Fariha dengan gagang cangkul tak bisa dihukum mati.

Pembunuh Eno dengan Cangkul Tak Bisa Dihukum Mati, Ini Alasannya

Seperti yang diketahui jika RAL (15) menjalani sidang pertama di PN Tangerang, Selasa (7/6/2016). Ia didakwa Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Tapi karena ia masih di bawah umur, maka akan dikenakan hukuman setengah dari orang dewasa.

“Pasal 340 adalah ancaman hukuman mati sementara anak-anak adalah setengah dari itu” ungkap Kajari Tangerang, Edyward Kaban (7/6/2016).

Terdakwa RAL didakwa dengan Pasal 340 jo Pasal 55 jo UU No 11 tahun 2012 tentang Sistem Pengadilan Anak subsidier Pasal 338 KUHP atau subsidier 339 KUHP. Serta pasal kedua yang dikenakan adalah Pasal 351 KUHP jo UU No 11 tahun 2012.

Dalam dakwaan itu, JPU memasukan beberapa pasal terkait penghilangan nyawa orang lain. JPU masih melakukan pemerisaan sejumlah saksi terhadap terdakwa RAL untuk memenuhi kriteria pasal apa yang patut dikenakan pada terdakwa.

“Kita lihat fakta persidangannya apakah memenuhi unsur-unsur Pasal 340-nya, apakah 338-nya. Nanti kita lihat fakta persidangannya karena baru 7 saksi yang kita periksa”

“Pasal 340 adalah perencanaan. Nah ini perencanaannya kita lihat fakta persidangannya apa, kita lihat peran masing-masing. Habis itu baru kita simpulkan” tambah Edyward.

Terkait ancaman hukuman mati, belum dapat dipastikan apakah RAL dihukum mati atau tidak karena statusnya sebagai anak di bawah umur sehingga dihukum setengah dari hukuman orang dewasa. Anak dibawah umur dalam sistem pengadilan anak dilindungi UU meski dalam posisi sebagai pelaku.

“Perlu saya jelaskan hukuman mati tentu setengahnya adalah seumur hidup, seumur hidup tentu bisa 20 tahun, dari 20 tahun bisa kadi 10 tahun. Dari mati ke seumur hidup”

“Lalu 20 tahun dan 10 tahun, jadi belum bisa dipastikan. Ini kan fakta persidangan belum selesai pemeriksaan saksi-saksi jangan mendahulukan jaksa yang memeriksa” pungkas Edyward.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...